Page 74 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2019
P. 74

menjadi objek pelampiasan amarah kala kedua majikannya sedang bertengkar.

               Komunikasinya dengan dunia luar pun terputus sama sekali. Sementara upahnya
               selama bekerja cuma diberi sekali saja.

               "Tak bisa dihubungi karena teleponnya dirampas majikan. Makanya dia tak bisa beri
               kabar," ujar Jefri.
               Sempat Dibawa ke Kantor Polisi

               Suatu hari Anisa kabur. Ia bersembunyi dan tidur di atas pohon pada malam hari,
               lalu melanjutkan pelarian pada siang hari.

               Malam itu dengan kondisi gelayaran dia meminta tolong kepada seseorang
               berkebangsaan India. Ia terpaksa turun dari persembunyian karena lapar dan
               kehausan.

               Orang yang menolongnya berinisiatif membawa Anisa ke kantor polisi. Apa lacur,
               kedatangan mereka ke kantor polisi malah membawanya kembali ke tangan sang
               majikan.

               "Di bawa ke situ, kembali lagi lah ke majikannya," ucap Jefri.

               Anisa bekerja pada Puan Salmi Binti Ar-Rahman Puan Nizam di Kota Rawang,
               negara bagian Selangor Darul Ehsan, di utara Kuala Lumpur. Infonya, kedua
               majikan Anisa merupakan oknum anggota dan petinggi kepolisian setempat.

               "Majikannya kepala polisi. Pas diantar lagi ke majikannya, lebih parah lagi lah ia
               disiksa," kata Jefri.

               Lama berselang setelah itu, tiba-tiba majikannya menjanjikan akan memulangkan
               Anisa ke kampung halaman. Anisa diinapkan ke salah satu hotel kawasan Kajang
               melalui jasa seseorang yang dikenal sebagai 'datok' pada Kamis, 18 Juli 2019.

               Anisa dibohongi. Dalih diinapkan di hotel kiranya hanya modus majikan 'durjana'
               untuk membuangnya, karena ia tak kunjung dijemput hingga waktu yang telah
               dijanjikan.

               "Waktu itu memang dibawa ke hotel. Dijanjikan dibawa pulang ke Aceh. Dibilang
               jam 5 dijemput. Dibayar sewa hotel cuma satu malam. Siang tidak dijemput sampai
               sore. Pihak hotel kan harus bayar, tidak mau tahu," katanya.

               Di tengah kelinglungannya, Anisa bertemu dan tertolong oleh sesama buruh migran
               berkewarganegaraan Indonesia asal Pulau Jawa. Dari situlah penyiksaan yang
               dialami Anisa terbeberkan ke publik.

               Beberapa warga Aceh yang berdomisili di Malaysia terlibat dalam mendorong kasus
               ini hingga terdengar ke telinga KBRI Kuala Lumpur (KL). Anisa kini menginap di



                                                       Page 73 of 121.
   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79