Page 75 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2019
P. 75

rumah perlindungan di bawah otoritas kedutaan.

               Menurut salah seorang warga Aceh yang ikut mendampingi, Mukhtar Abdullah,
               kasus ini mulai ditangani oleh KBRI KL sejak Senin, 22 Juli lalu. Anisa sebelumnya
               sempat menginap di rumah sepupunya di Ampang, Selangor.

               "Anisa sewaktu berada di hotel diambil oleh perempuan Jawa dibawa balik ke rumah
               dia, kemudian di upload ke Facebook di situlah saya tahu akhirnya saya pergi ke
               rumah kakak Jawa itu," kata Mukhtar, kepada Liputan6.com, Rabu malam
               (24/7/2019).
               Meminta Keadilan

               Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh, Alhudri mengatakan, pemerintah Aceh terus
               melakukan komunikasi dengan KBRI KL. Termasuk mengurus hal-hal yang
               dibutuhkan Anisa dalam penanganan kasus ini.

               "Kita sudah intens dengan orang KBRI. Berkomunikasi terus. Kemarin juga sudah
               kita w.a-kan paspornya ke sana. Diminta dari sini," kata Alhudri, kepada
               Liputan6.com, Rabu malam (24/7/2019).

               Alhudri berharap keadilan ditegakkan. Pemberlakuan hukuman terhadap pelaku
               serta pemenuhan hak terhadap penyintas akan didorong pemerintah Aceh via KBRI
               KL.

               "Kita dorong melalui ke KBRI. Karena enggak benar itu. Kita mana terima itu.
               Perkara umpamanya soal beliau (Anisa) itu masuknya ke sana, itu urusan lain,"
               tegas Alhudri.

               Perkara pemberlakuan hukuman ini juga digarisbawahi oleh Jefri. Ia ingin adik
               iparnya itu mendapat keadilan, seadil-adilnya.

               "Bagaimana cara harus lepas dan segera pulang. Bagaimana ia pergi, sehat, pulang
               juga mesti sehat. Jangan sampai cacat seumur hidup, nanti sama orang saja jadi
               takut nanti ketemu. Apalagi dia perempuan," pintanya.
               Problem Buruh Migran di Negeri Jiran

               Berdasarkan rekaman Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), pada 2014-2015,
               terdapat 321 kasus buruh migran, dan Malaysia menempati urutan pertama sebagai
               negara paling sarat.

               Pada 2016-2017 terdapat lonjakan 1.501 kasus dengan urutan kasus terbanyak
               Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Arab Saudi. Pada Januari-Maret 2018, serikat ini
               menangani sekitar 800 kasus, di mana Malaysia masih menempati urutan tertinggi.

               Sebagian besar kasus yang dialami seperti gaji tidak di bayar, PHK sepihak,
               perdagangan orang, overcharging, kekerasan fisik/cacat permanen, pelecehan
               seksual dan masih banyak kasus-kasus lainnya.



                                                       Page 74 of 121.
   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80