Page 34 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MARET 2020
P. 34

Kepentingan investor

               Peneliti Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Fakultas Hukum Universitas Andalas Charles
               Simabura mengatakan, omnibus law RUU Cipta Kerja hanya menitikberatkan pada
               kepentingan ekonomi.

               Menurut Charles, tidak ada pertimbangan keadilan dan kesejahteraan sosial dalam
               rancangan undang-undang tersebut.

               "Ketika kita melihat bagian penjelasannya sangat ekonomisentris, bukan
               kesejahteraan. Jadi hanya bicara pertumbuhan ekonomi tanpa bicara keadilan sosial
               dan kesejahteraan," kata Charles di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

               Ia menilai, kemudahan dalam aspek ekonomi yang diatur dalam RUU Cipta Kerja
               diberikan kepada pengusaha atau pemilik modal. Sementara kepentingan
               masyarakat justru terpinggirkan.

               "Kemudahannya bukan bagi warga negara yang minim akses terhadap sumber daya
               alam atau sumber daya ekonomi. Kemudahan diberikan justru kepada pemilik
               modal, kepada asing, dalam rangka mengundang investor lebih banyak. Jadi bukan
               kita mudah mencari kerja," tutur dia.


               Charles menyoroti soal status hubungan kerja kontrak yang tidak dibatasi. Dia
               mengatakan, hak-hak pekerja untuk mendapatkan jaminan kesejahteraan terancam
               dengan adanya ketentuan itu.


               "UU ini mendorong informalisasi kerja. Kayaknya akan menciptakan lapangan kerja
               dan ikatan kontrak kerja yang mengarah pada informalisasi dunia kerja. Tidak ada
               kepastian gaji, jam kerja, tidak ada kepastian kesehatan, jaminan sosial. Relasi itu
               yang mau dibangun," ujar Charles.

               Perbudakan modern


               Sekjen Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi)
               Ikhsan Raharjo menilai, keberadaan omnibus law RUU Cipta Kerja justru akan
               menarik Indonesia kembali ke zaman kolonial Hindia Belanda.


               Menurut Ikhsan, pasal-pasal terkait ketenagakerjaan di RUU Cipta Kerja akan
               menciptakan perbudakan modern.


               "Semangat perbudakan modern itu sangat kuat terasa dalam draf yang kita semua
               bisa baca hari ini," kata Ikhsan di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

               Ia menyamakan RUU Cipta Kerja dengan aturan Koeli Ordonantie yang dikeluarkan
               pemerintah Hindia Belanda.

               Ikhsan menjelaskan, ketika berlaku Koeli Ordonantie memberikan jaminan kepada
               majikan terhadap pekerjanya jika terjadi masalah.





                                                       Page 33 of 117.
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39