Page 37 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MARET 2020
P. 37

Title          NASDEM USUL KLASTER KETENAGAKERJAAN DI OMNIBUS LAW RUU CIPTA KERJA DIHAPUS
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      10 Maret 2020
                              https://nasional.kompas.com/read/2020/03/10/08422171/nasdem-usul-klast er-
               Page/URL
                              ketenagakerjaan-di-omnibus-law-ruu-cipta-kerja-dihapus
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive






               Partai Nasdem menyarankan agar klaster tentang ketenagakerjaan di omnibus law
               RUU Cipta Kerja dihapus dari draf.

               Ketua DPP Nasdem Willy Aditya menilai klaster ketenagakerjaan ini menjadi sumber
               utama penolakan publik atas RUU Cipta Kerja.


               "Apa yang salah adalah klaster ketenagakerjaan. Kan ada 11 klaster dalam omnibus
               law itu. Kalau seandainya presiden mau melakukan 100 hari, maka lebih baik klaster
               ketenagakerjaan ditangguhkan (ditunda) saja," kata Willy kepada wartawan, Senin
               (9/3/2020).

               Menurutnya, jika klaster ketenagakerjaan dihapus, target penyelesaian 100 hari
               sebagaimana dicetuskan Presiden Joko Widodo menjadi sangat mungkin.


               Willy mengatakan, klaster tentang ketenagakerjaan bisa digabungkan dengan revisi
               UU Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial No 2/2004 yang juga masuk
               daftar program legislasi nasional (prolegnas) prioritas 2020.

               "Nanti klaster itu (ketenagakerjaan) dimasukkan saja ke UU PPHI yang masuk ke
               prolegnas prioritas 2020," tuturnya.


               "Ketika itu terjadi, nama bisa berubah jadi 'RUU Kemudahan Investasi dan
               Perizinan'. Itu yang dimaksud Pak Surya (Surya Paloh)," imbuh Willy.


               Selain itu, Willy juga menyinggung aturan tentang pers yang dimuat dalam RUU
               Cipta Kerja.


               Ia sepakat aturan suntikan modal asing untuk pers nasional dihapus. Namun, media
               boleh menggunakan brand atau merek dagang asing.

               "Soal kepemilikan modal asing di pers nasional, tetap kayak sekarang saja. Boleh
               gunakan brand luar tapi modalnya tetap nasional," kata dia.

               Terkait omnibus law RUU Cipta Kerja, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh
               sebelumnya mengatakan sejumlah pasal-pasal kontroversial dalam omnibus law
               RUU Cipta Kerja dievaluasi kembali.









                                                       Page 36 of 117.
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42