Page 59 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MARET 2020
P. 59

Title          PRESIDEN MASIH BISA TARIK LAGI OMNIBUS LAW
               Media Name     jawapos.com
               Pub. Date      10 Maret 2020
                              https://www.jawapos.com/nasional/10/03/2020/presiden-masih-bisa-tarik- lagi-omnibus-
               Page/URL
                              law/
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative









               Penolakan terhadap omnibus law bergaung makin kencang di Jogjakarta. Kemarin
               (9/3) ribuan mahasiswa dan warga turun ke jalan dalam aksi Gejayan Memanggil.
               Mereka memadati simpang tiga Jalan Affandi.

                Ada beberapa tuntutan yang disampaikan dalam aksi kemarin. Seluruhnya berfokus
               pada pembahasan RUU Omnibus Law.

                Antara lain pembatalan pembahasan omnibus law yang meliputi RUU Cipta Kerja,
               RUU Perpajakan, RUU Ibu Kota Negara, dan RUU Kefarmasian. "Kami menyatakan
               mosi tidak percaya kepada pemerintah dan seluruh lembaga negara yang
               mendukung pengesahan omnibus law," tegas humas aksi Gejayan Memanggil
               Kontra Tirano saat ditemui Jawa Pos Radar Jogja di simpang tiga Jalan Affandi
               kemarin.

                Massa juga menyerukan kepada seluruh rakyat untuk terlibat dalam aksi mogok
               nasional. Peserta aksi menganggap pemerintah tak serius menyelesaikan berbagai
               masalah bangsa. Pada saat bersamaan, pemerintah justru mengusulkan produk
               omnibus law. Tirano menilai omnibus law merampas hak-hak dasar warga negara.


                Aksi tersebut juga diikuti ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa
               Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UGM Jogjakarta. Mereka fokus menyoroti RUU Cipta
               Kerja. Ketua BEM KM UGM Jogjakarta Sulthan Farsas Nanz menegaskan, RUU Cipta
               Kerja menghilangkan keberpihakan kepada para pekerja.

                "Kue terbesar dari kebijakan ini dihadiahkan kepada golongan pengusaha dan
               investor. Ini harus dikritisi. Jangan sampai RUU yang tidak memayungi kaum
               pekerja ini disahkan," tegasnya.

                Sementara itu, di Jakarta, Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) mendesak
               DPR untuk menolak pembahasan RUU itu. RUU inisiatif pemerintah tersebut dinilai
               terlalu memberikan karpet merah kepada investor dengan mengabaikan hak-hak
               pekerja. Direktur Eksekutif ICJR Erasmus Abraham Napitupulu menyampaikan, RUU
               Cipta Kerja juga berdampak pada berbagai persoalan.


                Alih-alih membenahi tumpang-tindih regulasi, konsep omnibus law justru
               memperumit peraturan. Sebab, akan melahirkan lebih banyak peraturan pelaksana.
               Di sisi lain, menabrak banyak perundang-undangan yang dinilai sudah efektif




                                                       Page 58 of 117.
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64