Page 65 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MARET 2020
P. 65
Title DI TENGAH WABAH VIRUS CORONA, RIBUAN PEKERJA MIGRAN ASAL INDRAMAYU MASIH
BERADA DI CHINA
Media Name jabar.tribunnews.com
Pub. Date 10 Maret 2020
Page/URL https://jabar.tribunnews.com/2020/03/10/di-tengah-wabah-virus-corona-r ibuan-pekerja-
migran-asal-indramayu-masih-berada-di-china
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Laporan Wartawan TribunCirebon.com, Handhika Rahman TRIBUNJABAR.ID,
INDRAMAYU - Ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu
hingga saat ini banyak tersebar di berbagai wilayah di China . China diketahui
menjadi titik awal penyebaran virus corona penyebab penyakit Covid-19 yang
sudah menewaskan hingga ribuan orang.
Hal tersebut disampaikan Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang
Indramayu, Juwarih, kepada TribunCirebon.com saat ditemui di sekretariat SBMI,
Selasa (10/3/2020). Juwarih mengatakan, sedikitnya ada 2.000 lebih PMI asal
Kabupaten Indramayu yang tersebar di Beijing, Shanghai, maupun Wuhan.
"Di Beijing, di Wuhan saya sering komunikasi dengan PMI di sana," ujar dia.
Disampaikan Juwarih, para PMI itu merupakan para pekerja unprosedural atau
ilegal yang dikirimkan ke China . Hal ini yang membuat banyak dari para PMI sulit
terdata oleh pemerintah terkait keberadaan mereka.
Para PMI itu pun disebut Juwarih enggan buka mulut lantaran status pekerja ilegal
tersebut.
"Itu ada ribuan untuk PMI asal Indramayu saja," ujar dia.
Dalam hal ini dijelaskan Juwarih, para PMI sektor pembantu rumah tangga (PRT)
yang dikirim ke China secara otomatis dapat dikategorikan sebagai PMI ilegal.
Pasalnya, negara China bukanlah negara penempatan PMI dan Indonesia pun
menutup akses rapat-rapat ke China untuk sektor PRT karena belum adanya MoU
dengan negara tirai bambu tersebut.
Adapun para pekerja yang bekerja dengan status legal di sana biasanya merupakan
pekerja profesional, seperti buruh pabrik atau pun Anak Buah Kapal (ABK). Kendati
demikian, jumlah pekerja legal itu sangat sedikit dan masih bisa terhitung.
"Saya tidak punya data pastinya pekerja yang legal di sana, tapi kalau ada pekerja
Indonesia khususnya PRT di sana sudah otomatis ilegal," ucapnya.
Page 64 of 117.

