Page 72 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MARET 2020
P. 72

Title          MAHASISWA DAN BURUH TOLAK OMNIBUS LAW
               Media Name     suaramerdeka.com
               Pub. Date      10 Maret 2020
                              https://www.suaramerdeka.com/regional/kedu/221129-mahasiswa-dan-buruh- tolak-
               Page/URL
                              omnibus-law
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative







               Ribuan mahasiswa, buruh, dan aktivis perempuan turun ke Jalan Afandi Gejayan,
               Sleman Senin (9/3). Mengulangi aksi Gejayan Memanggil yang pernah digelorakan pada
               September 2019, pergerakan kali ini menyuarakan penolakan terhadap gagasan
               omnibus law.

               Dari pantauan, massa mulai berkumpul sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka datang dari
               tiga titik kumpul yakni bundaran UGM, pertigaan UIN, dan parkiran UNY. Selama aksi
               berlangsung, arus lalu lintas di sekitar lokasi dialihkan. Para peserta aksi yang dinamai
               Rapat Rakyat ini cukup ekspresif dalam menyampaikan aspirasi. Tidak sekedar berorasi,
               tuntutan untuk menggagalkan omnibus law dilakukan lewat pentas musik. Hujan yang
               cukup deras mengguyur sekira pukul 14.15 hingga 14.45 tidak menyurutkan semangat
               mereka.

               Dengan memakai mantel, ribuan anak muda berjoget di sekeliling panggung sembari
               tetap menyuarakan seruan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan lembaga negara
               yang mendukung pengesahan omnibus law. Ada pula aksi penggalangan dana yang
               dikumpulkan di dalam tas plastik hitam ukuran besar.

               Sekitar pukul 17.00, massa mulai membubarkan diri. Aksi terpantau berjalan tertib
               hingga akhir. Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Yogyakarta Dani Eko
               Wiyono menegaskan, aksi ini merupakan langkah awal pergerakan. Target akhirnya
               adalah menggagalkan omnibus law.

               "Aksi akan terus berlanjut sampai omnibus law digagalkan," katanya.

               Draf RUU omnibus law sudah berada di tangan DPR. Dani melihat tidak ada keseriusan
               dari kalangan legislatif menyikapi persoalan ini. Sementara dari kalangan buruh menilai
               draf tersebut cenderung memihak kepada pengusaha. Beberapa pasal yang
               dipermasalahkan oleh serikatnya menyangkut tenaga kerja asing, jaminan sosial,
               pegawai kontrak, outsourcing, jam kerja, upah per jam, upah minimum, kecelakaan
               kerja, dan hilangnya peran serikat pekerja.

               Lebih spesifik dia mencontohkan, pada 46A disebutkan pekerja yang di-PHK akan
               mendapatkan jaminan kehilangan pekerjaan yang diselenggarakan oleh BPJS
               Ketenagakerjaan. "Berarti pekerja harus iuran untuk pesangonnya sendiri? Hal ini
               dikuatkan oleh pasal 46C yang menjadi landasan hukum kartu prakerja," tukas dia.

               Sorotan lainnya adalah pasal 88D yang menyebutkan penghitungan kenaikan upah
               minimum tidak lagi berlaku secara nasional tapi menggunakan standar UMP, dimana
               formula kenaikannya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi daerah.



                                                       Page 71 of 117.
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77