Page 76 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MARET 2020
P. 76
Jawa Timur, WALHI Jawa Timur, FSP KEP KSPI, FNKSDA, GMNI Fisip Unair, dan
BEM Fisip Unair.
Lalu KPA Jatim, WADAS, Kontras Surabaya, JARKOM, P2KFI, IMM Surabaya, Kader
Hijau Muhammadiyah, KSBSI, BARA API, serta LAMRI.
Sebelumnya, Nuruddin Hidayat Wakil Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal
Indonesia (FSPMI) Jatim mengatakan, aksi yang rencananya diikuti 1000 orang ini
merupakan aksi turun jalan sebagai pemanasan untuk gerakan lebih besar secara
nasional pada 23 Maret mendatang.
"Aksi tanggal 11 Maret sebagai aksi massa pemanasan. Karena pada tanggal 23
Maret ada aksi lebih besar secara nasional," ujar Nurudin usai konferensi pers di
Kantor YLBHI-LBH Surabaya, Jl. Kidal No. 6, Pacar Keling, Surabaya, Kamis (5/3)
lalu.
Habibus Shalihin Ketua Bidang Buruh dan Miskin Kota LBH Surabaya mengatakan,
aksi turun jalan akan digelar dengan titik kumpul di Bundaran Waru. Mereka
melakukan aksi orasi dan membagi selebaran ke masyarakat yang berisi bahaya
Omnibus Law.
"Kami tidak butuh pesan kami disampaikan ke pusat, kami butuh Kepala Daerah
menolak Omnibus Law. Kami akan sampaikan ke masyarakat luas bahwa Omnibus
Law berbahaya," katanya.
Menurut Habib, ada beberapa poin yang berbahaya dari RUU Cipta Kerja. Di
antaranya bagi sektor ketenagakerjaan dan sektor tanah-lingkungan.
"Perlindungan upah yang ada di dalam RUU dikurangi. Perlindungan pesangon juga
tidak jelas. Regulasi dan pengawasan ijin tambang yang disentralkan pada Presiden
juga sangat berbahaya. Ini juga menjadi sorotan LBH se-Indonesia. Ketika
kekuasaan dipegang satu orang, maka sangat bahaya," katanya. [geh]
Page 75 of 117.

