Page 151 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2019
P. 151

Title          UMK 2020 KOTA BEKASI NAIK BISA BERDAMPAK PADA PENGURANGAN KARYAWAN
               Media Name     jakarta.tribunnews.com
               Pub. Date      15 November 2019
                              https://jakarta.tribunnews.com/2019/11/15/umk-2020-kota-bekasi-naik-bi sa-
               Page/URL
                              berdampak-pada-pengurangan-karyawan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive











               Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar  BEKASI SELATAN -  Rapat
               Dewan Pengupahan Kota  Bekasi  telah memutuskan kenaikan  Upah Minimum
               Kabupaten/Kota (UMK)  2020 sebesar 8,51 persen atau menjadi Rp 4.589.000 per
               bulan dari yang sebelumnya 4.229.756 pada 2019 ini.


                Keputusan ditetapkan melalui rapat yang berlangsung kemari di Kantor Dinas
               Tenaga Kerja (Disnaker) Kota  Bekasi  , Kamis, (14/11/2019). Hasil ini selanjutnya
               akan direkomendasikan ke Gubernur Jawa Barat agar dibuatkan Surat Keputusan
               (SK) paling lambat 21 November 2019 mendatang.


                Anggota Dewan Pengupahan Kota  Bekasi  dari unsur  Asosiasi Pengusaha
               Indonesia (Apindo)  secara tegas menolak. Mereka seluruhnya yang berjumlah tujuh
               orang memilih tidak ikut memberikan voting ketika pemerintah mengambil jalan
               tengah agar UMK 2020 naik 8,51 persen sesuai formulasi surat edaran Menteri
               Tenaga Kerja (Menaker).


                Nugraha, anggota Dewan Pengupahan dari unsur Apindo mengatakan,
               kekhawatiran yang akan ditimbulkan dari kenaikan upah ini salah satunya
               pengurangan karyawan akibat kemampuan keuangan perusahaan yang tidak cukup
               membayar gaji sebesar itu.

                "Pasti (khawatir), dunia industri akan menghitung ulang, kita kalkulasi bisa terjadi

               akan melakukan pengurangan tenaga kerja dan itu sudah banyak dilakukan di Kota
               Bekasi  ," kata Nugraha saat dijumpai di kantor  Disnaker  Kota  Bekasi  , Kamis
               (14/11/2019) malam.

                Selain itu, kekhawatiran atau dampak yang akan ditimbulkan dari kenaikan upah
               yang terlalu tinggi atau tidak sesuai dengan kemampuan perusahaan yaitu upaya
               relokasi pabrik.


                "Ada relokasi pindah lokasi ke yang masih kompetitif-lah (gajinya), kaya di Kota
               Bekasi  garment (jenis industri) udah enggak ada," ungkap Nugroho.




                                                      Page 150 of 211.
   146   147   148   149   150   151   152   153   154   155   156