Page 162 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2019
P. 162

Title          BISA GERUS PERTUMBUHAN EKONOMI, SERIKAT PEKERJA TOLAK WACANA PENGHAPUSAN
                              SKEMA UMK
               Media Name     kontan.co.id
               Pub. Date      15 November 2019
               Page/URL       https://nasional.kontan.co.id:443/news/bisa-gerus-pertumbuhan-ekonomi- serikat-
                              pekerja-tolak-wacana-penghapusan-skema-umk
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative















               Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia menolak wacana Kementerian
               Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang ingin menghapus skema upah minimum
               kabupaten/kota (UMK).


               "Dipastikan apabila rencana Menaker (Menteri Ketenagakerjaan) tersebut jadi
               dilaksanakan maka akan memperburuk ekonomi negara, yang akan ditandai dengan
               daya beli masyarakat yang semakin menurun," kata Presiden Aspek Indonesia Mirah
               Sumirat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/11).


               Mirah mengatakan, rencana menghapus UMK dan UMK Sektoral justru akan
               menghambat pertumbuhan ekonomi karena semakin menggerus daya beli
               masyarakat.

               Wilayah yang masuk kategori miskin akan sulit mengejar UMK di tingkat provinsi,

               sedangkan wilayah yang UMK nya sudah lebih tinggi akan terhambat kenaikan UMK-
               nya karena harus menahan laju upahnya agak tidak memberatkan wilayah yang
               miskin.

               "Industri yang selama ini sudah beroperasi di wilayah yang UMK nya rendah, pasti
               juga akan kesulitan jika UMK nya harus mengikuti keseragaman upah di tingkat
               provinsi," ujar dia.


               Aspek Indonesia menilai, seharusnya Menteri Ketenagakerjaan lebih
               memprioritaskan untuk menghapus Peraturan Pemerintah No.78/2015 tentang
               Pengupahan karena telah melanggar Undang-Undang yang lebih tinggi, yaitu UU
               No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dan mengembalikan sistem
               pengupahan berbasis survei kebutuhan hidup layak (KHL) sebagai dasar
               menentukan upah minimum, baik di tingkat provinsi, kota/kabupaten.







                                                      Page 161 of 211.
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167