Page 177 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2019
P. 177
Title BURUH TOLAK UMK BEKASI HANYA RP4,58 JUTA
Media Name ayobandung.com
Pub. Date 15 November 2019
https://www.ayobandung.com/read/2019/11/15/70324/buruh-tolak-umk-bekas i-hanya-
Page/URL
rp458-juta
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
BEKASI, Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Bekasi sudah disepakati di angka Rp
4.589.708 tahun 2020 mendatang. Artinya, terjadi kenaikan 8,51% sesuai usulan
awal pemerintah yang didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) 78 T tahun 2015.
Hal ini menuai respons buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja
Indonesia (KSPI). Mereka sejak awal menolak usulan tersebut, dan meminta
kenaikan UMK sebesar 15%, sesuai dengan perhitungan berdasar survei Kebutuhan
Hidup Layak (KHL).
"Kami menolak kenaikan 8,51% karena kenaikan itu didasarkan pada PP 78/2015.
Kami mendesak agar PP 78/2015 dicabut," kata Ketua Departemen Komunikasi dan
Media KSPI Kahar S Cahyono saat dihubungi Ayobekasi.net, Jumat (15/11/2019).
Dia menilai, kenaikan upah harus didasarkan pada perundingan tripartit dengan
mengacu pada survei komponen KHL yang sudah ditingkatkan kualitas maupun
kuantitasnya. Sebagai informasi, jumlah KHL yang dipakai sebanyak 78 item, sesuai
hasil kesepakatan Dewan Pengupahan Nasional (DPN).
Di sisi lain, KSPI juga meminta kepada pemerintah daerah untuk menurunkan
harga-harga sembilan bahan pokok (sembako) dan memberikan subsidi kepada
pekerja seperti contoh DKI Jakarta yang memberikan Kartu Pekerja.
"Hal itu untuk menjaga daya beli masyarakat," ujarnya.
Kahar tidak menutup kemungkinan adanya rencana aksi unjuk rasa lanjutan yang
bakal dilakukan para buruh se-Indonesia dalam merespons keputusan tersebut.
"Opsi untuk aksi tetap ada. Dari Bekasi nanti kan dibawa ke Gubernur (Jawa Barat).
Kami juga akan datang ke Gedung Sate, Bandung," katanya.
Page 176 of 211.

