Page 179 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2019
P. 179

Title          SOAL UMK, BURUH BEKASI NYATAKAN KURANG TAPI TETAP TERIMA
               Media Name     mediaindonesia.com
               Pub. Date      15 November 2019
                              https://mediaindonesia.com/read/detail/271769-soal-umk-buruh-bekasi-ny atakan-
               Page/URL
                              kurang-tapi-tetap-terima
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive











               ANGGOTA dewan pengupah dari serikat pekerja menganggap besaran Upah
               Minimum Kota (UMK) yang ditetapkan sebesar Rp4.589.708 belum sesuai tuntutan.
               Sedangkan, perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Bekasi
               keberatan dengan besaran tersebut.

                Seperti diketahui, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bekasi akan mengusulkan
               besaran UMK Bekasi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebesar Rp4.589.708.
               Keputusan tersebut diambil secara voting lantaran belum ada kesepakatan antara
               perwakilan pengusaha dan buruh.


                Anggota dewan pengupahan dari perwakilan buruh, Rudolf, mengatakan, besaran
               UMK 2020 yang telah diusulkan memang belum sesuai tuntutan buruh. Perwakilan
               buruh menginginkan besaran UMK naik sekitar 15% dari sebelumnya.


                "Sebenarnya kita meminta kenaikan di atas PP 78. Tapi akan kami terima, kalau
               tidak berarti kita sama dengan APINDO tidak ingin ada kenaikan UMK. Hasil ini juga
               kan harus segera diserahkan ke Gubernur Jabar," kata dia, Jumat (15/11).


                Rudolf mengatakan peserta rapat pembahasan itu sebanyak 26 orang. Mereka
               terdiri dari 11 unsur pemerintah, tujuh orang serikat pekerja, satu orang akademisi
               serta perwakilan APINDO tujuh orang. Dari hasil voting didapatkan hasil 15 orang
               setuju UMK naik 8,51% dan 4 orang tidak setuju.

                "Dari APINDO tidak ikut voting karena memang tidak ingin ada UMK di Kota
               Bekasi," ungkap dia.


                 Perwakilan dewan pengupahan dari Apindo, Nugraha, mengatakan, perwakilan
               pengusaha tidak setuju dengan besaran yang diusulkan dalam rapat. Sehingga,
               peserta rapat dari unsur pengusaha memilih tidak ikut voting.

                "Intinya kami tidak setuju, anggota hadir semua dan tidak ada yang ikut voting,"
               kata dia.


                Nugraha mengaku pengusaha ingin fungsi pemerintah baik kota dan provinsi
               berjalan. Sebab saat ini baru sekitar 30% perusahaan dari 3.000 perusahaan yang
               ada menjalankan pengupahan sesuai UMK 2019.




                                                      Page 178 of 211.
   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184