Page 145 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 08 JULI 2019
P. 145

Hasil kajian itu akan menjadi pedoman bagi pemerintah dalam menggulirkan proses
               revisi UU Ketenagakerjaan tersebut.

               "Pemerintah sebisa mungkin mempertemukan masing-masing dari kepentingan itu
               agar bisa win-win solution. Soal proses berapa lama, kapan dan sebagainya, belum
               bisa disampaikan," ujar Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri di Jakarta, 5 Juli
               2019.

               Hanif mengatakan, saat ini banyak kepentingan berbeda dan bertentangan yang
               membuat usulan revisi UU Nomor 13 Tahun 2013 itu belum menemukan titik akhir.

               Hanif menilai dalam UU Ketenagakerjaan sekarang ini, ada pasal-pasal tertentu
               sangat disukai pengusaha namun tidak disukai pekerja. Ada juga pasal-pasal
               tertentu yang disukai pekerja tapi tidak disukai pengusaha.

               "Nah, kita harus cari solusi agar seluruh konstruksi hukum dalam UU
               Ketenagakerjaan yang menyenangkan semua pihak , meski tidak optimal sehingga
               dalam implementasinya benar-benar berjalan," kata dia.

               Usulan revisi UU Ketenagakerjaan mengemuka karena di samping sudah dilakukan
               uji materil di Mahkamah Konstitusi (MK) sebanyak 30 kali, UU Ketenagakerjaan
               tersebut masih memiliki banyak celah.

               Tak hanya itu, kata Hanif, tantangan masa depan dalam proses bisnis banyak terjadi
               perubahan sehingga mempengaruhi dari sisi ketenagakerjaan.

               "Itu (alasan) diantaranya, memang kita membutuhkan perbaikan ekosistem
               ketenagakerjaan. Kita masih cari masukan dari semua pihak seperti dunia usaha,
               serikat pekerja, akademisi, dan masyarakat, "ujar dia.

               Hanif menambahkan, selain menyerap aspirasi dari dunia usaha dan pekerja,
               langkah Kemnaker untuk merevisi UU Ketenagakerjaan itu dilakukan juga dengan
               melakukan studi perbandingan dengan beberapa negara lain agar ekosistem
               ketenagakerjaan Indonesia bisa lebih kompetitif.

               Contohnya, Pekerja Migran Indonesia (PMI) lebih bagus produktivitasnya
               dibandingkan tenaga kerja Vietnam. Tapi kalau bicara perang dagang antara Cina
               melawan Amerika, salah satunya dampaknya, adanya relokasi sejumlah perusahaan
               dari Cina ke sejumlah negara.

               "Ternyata banyak yang dikirim ke Vietnam. Padahal dari sisi produktivitas tenaga
               kerja, kita lebih bagus. Kenapa? Itu harus dilihat semua faktor pembentuk dari
               ekosistem ketenagakerjaan agar lebih kompetitif, " tandas dia
               KSPI Minta Penundaan Revisi UU Ketenagakerjaan

               Sebelumnya, Vice Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Obon
               Tabroni meminta, usulan pengusaha untuk melakukan revisi terhadap Undang-



                                                      Page 144 of 186.
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150