Page 41 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 FEBRUARI 2020
P. 41
"Kami juga menggandeng agen Perisai untuk mengakuisi para pekerja dengan
skala kecil dan mikro agar terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," kata
Teguh yang juga menyebutkan beragam manfaat menjadi peserta BPJS
Kepesertaan apalagi dengan adanya PP Nomor 82 Tahun 2019 tentang perubahan
atas PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan
Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian tersebut.
PP No 82 Tahun 2019 tersebut, jelas Teguh, mengatur peningkatan manfaat untuk
program Jaminan Kematian yang meningkat 75 persen dari yang sebelumnya Rp24
juta menjadi Rp42 juta, kemudian santunan pengganti upah selama tidak bekerja
ditingkatkan nilainya menjadi sebesar 100 persen untuk 12 bulan dari sebelumnya 6
bulan dan seterusnya sebesar 50 persen hingga sembuh.
Selain itu bantuan beasiswa diberikan sebesar Rp 12 juta untuk satu orang anak,
saat ini menjadi maksimal sebesar Rp 174 juta untuk dua orang anak, sehingga
kenaikan manfaat beasiswa BPJAMSOSTEK tersebut mencapai 1.350 persen.
Sumiati, ahli waris penerima santunan Rp42 juta mengaku bersyukur dan berterima
kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan serta akan memanfaatkan uang tersebut untuk
membeli obat serta kebutuhan sehari-hari.
Ketua PKK RT 02 RW 03 Kelurahan Tanjungemas, Semarang Utara Sulastri yang
datang mendampingi Sumiati mengakui selama ini Sumiati tinggal sendiri karena
anak satu-satunya ikut suaminya di Jepara dan karena tidak bekerja karena sakit
komplikasi yang menjadikannya tidak lagi bisa berjalan dan harus berada di atas
kursi roda menjadikannya bergantung dari tetangga sekitar.
"Selama ini untuk makan sehari-hari, Bu Sumiati mengandalkan pemberian dari
tetangga kanan-kiri. Untuk Alm Panut, kami dari PKK yang membayarkan iuran BPJS
Ketenagakerjaan dari uang operasional PKK sejak November 2019 dan pada 30
Desember Pak Panut meninggal dunia. Alhamdulillah dapat santunan dari BPJS
Ketenagakerjaan," tambah Sulastri.
Page 40 of 76.

