Page 44 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 FEBRUARI 2020
P. 44
Menaker pun menyampaikan apresiasi atas upaya-upaya Pemerintah Singapura
dalam menangani penyebaran virus corona berikut upaya-upaya pelindungan bagi
seluruh masyarakat yang ada di Singapura.
Terkait dengan kondisi seorang PMI/WNI yang dinyatakan positif mengidap virus
corona, Menaker memastikan bahwa Pemerintah Singapura akan menanganinya
secara profesional.
"Tadi dilaporkan bahwa kondisinya stabil. Sudah ditangani oleh Pemerintah
Singapura dengan protokol kesehatan yang tinggi," jelas Menaker.
Dalam kesempatan ini, Menaker Ida juga menyerahkan bantuan masker bagi WNI
di Singapura secara simbolis kepada Dubes Swajaya. Sebanyak 4.280 masker
tersebut akan didistribusikan melalui bantuan KBRI di Singapura.
"Ini adalah salah satu ikhtiar kita dalam mencegah penyebaran virus corona kepada
WNI kita," ujar Menaker.
Dubes I Gede Ngurah Swajaya menambahkan, KBRI di Singapura terus melakukan
update informasi, khususnya mengenai kondisi penyebaran virus corona kepada
WNI melalui rilis,media sosial, jejaring informasi, dan sebagainya. Ia mengimbau
WNI yang ada di Singapura, termasuk PMI, untuk selalu hati-hati dan waspada.
"Jadi kami mengimbau untuk tetap tenang, situasinya sedang ditangani dan
tertangani. Tetapi ketenangan itu juga harus diwaspadai," imbau Dubes Swajaya.
Ia menambahkan, WNI yang tidak ada kebutuhan mendesak untuk menghindari
tempat-tempat keramaian. Selain itu, seluruh WNI haruslah mengenakan masker,
serta menjaga kebersihan seperti mencuci tangan dengan sanitasi.
"Kita setiap hari memberikan imbaun dan memberikan kontak-kontak yang bisa
dihibubungi secara langsung. Baik di Kementerian Kesehatan Singapura maupun
lembaga-lembaga yang di Singapura, termasuk juga di KBRI Singapura," ujar Dubes
Swajaya.
Direct Hiring Selain membahas perkembangan penyebaran virus di Singapura,
pertemuan antara Menaker Idan Fauziyah dengan Dubes Swajaya juga membahas
mengenai direct hiring (penempatan secara langsung) PMI ke Singapura.
Menaker menjelaskan, perekrutan pekerja migran secara direct hiring tidak sesuai
dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia (UU PPMI).
Selain itu, kebijakan direct hiring yang diterapkan Pemerintah Singapura tersebut
juga dinilai lemah dari sisi pelindungan, baik bagi pekerja migran maupun pember
kerja (majikan).
Page 43 of 76.

