Page 47 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 FEBRUARI 2020
P. 47
Ida menyampaikan apresiasi atas upaya-upaya pemerintah Singapura dalam
menangani penyebaran virus Corona berikut upaya-upaya pelindungan bagi seluruh
masyarakat yang ada di Singapura. Terkait dengan kondisi seorang PMI/WNI yang
dinyatakan positif mengidap virus Corona, Ida memastikan pemerintah Singapura
akan menanganinya secara profesional.
"Tadi dilaporkan bahwa kondisinya stabil. Sudah ditangani oleh pemerintah
Singapura dengan protokol kesehatan yang tinggi," jelas Ida.
Dalam kesempatan tersebut, Ida juga menyerahkan bantuan masker bagi WNI di
Singapura secara simbolis kepada Dubes Swajaya. Sebanyak 4.280 masker tersebut
akan didistribusikan melalui bantuan KBRI di Singapura.
"Ini adalah salah satu ikhtiar kita dalam mencegah penyebaran virus Corona
kepada WNI kita," ujar Ida.
Dubes I Gede Ngurah Swajaya menambahkan, KBRI di Singapura terus melakukan
update informasi, khususnya mengenai kondisi penyebaran virus Corona kepada
WNI melalui rilis, media sosial, jejaring informasi, dan sebagainya. Ia mengimbau
WNI yang ada di Singapura, termasuk PMI, agar selalu hati-hati dan waspada.
"Jadi kami mengimbau untuk tetap tenang, situasinya sedang ditangani dan
tertangani. Tetapi ketenangan itu juga harus diwaspadai," ujar Swajaya.
Ia menambahkan, WNI yang tidak ada kebutuhan mendesak untuk menghindari
tempat-tempat keramaian. Selain itu, semua WNI haruslah mengenakan masker
serta menjaga kebersihan seperti mencuci tangan dengan sanitasi.
"Kita setiap hari memberikan imbauan dan memberikan kontak-kontak yang bisa
dihubungi secara langsung. Baik di Kementerian Kesehatan Singapura maupun
lembaga-lembaga yang di Singapura, termasuk juga di KBRI Singapura," ujar
Swajaya.
Membahas Direct Hiring Selain membahas perkembangan penyebaran virus di
Singapura, pertemuan antara Ida dan Swajaya membahas soal direct hiring
(penempatan secara langsung) PMI ke Singapura.
Ida menjelaskan, perekrutan pekerja migran secara direct hiring tidak sesuai
dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja
Migran Indonesia (UU PPMI). Selain itu, kebijakan direct hiring yang diterapkan
pemerintah Singapura tersebut dinilai lemah dari sisi perlindungan, baik bagi pekerja
migran maupun pemberi kerja (majikan).
Ida mendorong Dubes RI di Singapura agar mengajak atase ketenagakerjaan dari
negara lain yang menempatkan pekerja migran di Singapura untuk bersama-sama
mendiskusikan kebijakan direct hiring tersebut.
Page 46 of 76.

