Page 112 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 112
DUKUNG PENANGANAN COVID-19, MENAKER BAGIKAN 1,6 JUTA ALAT KESEHATAN
Untuk mendukung penanganan Covid-19 , Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah,
membagikan 1,6 juta produk alat kesehatan (alkes) hasil produksi pelatihan kerja di Balai
Latihan Kerja (BLK) seluruh Indonesia. Produk tersebut didistribusikan dan dihibahkan secara
serentak dan gratis kepada Satgas Penanggulangan Covid-19, rumah sakit, lembaga
keagamaan, serikat pekerja/buruh, dan lainnyal.
"Pemerintah berupaya menyiapkan sejumlah langkah untuk pengamanan Covid-19 dan
dampaknya, termasuk mengerahkan program pelatihan kerja di BLK, " ujarnya, saat membuka
Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) gelombang II dan Penyerahan Hasil Pelatihan Penanganan
Dampak Covid-19, di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang, Kabupaten
Serang, Banten, Selasa (21/7/2020).
Menurut Ida, dalam menghadapi pandemi Covid-19, Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker
) telah melakukan refocusing program tanggap Covid-19 dengan mengoptimalkan fungsi BLK,
baik BLK UPTP, BLK UPTD, maupun BLK Komunitas.
"BLK diarahkan untuk menyelenggarakan pelatihan penanganan dampak Covid-19, yang
ditujukan untuk menyiapkan dan memproduksi barang/alat yang dapat membantu masyarakat
dalam pencegahan penularan Covid-19," katanya.
Ia menambahkan, untuk mempercepat penanganan dampak Covid-19 maupun peningkatan
sumber daya manusia (SDM) di daerah, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat
dan pemerintah daerah. Kebijakan yang dibuat di daerah harus selaras dengan kebijakan yang
dibuat oleh pemerintah pusat. "Berbagai kebijakan yang dibuat merupakan bagian dari upaya
membangun dan menciptakan ekosistem perekonomian nasional yang kondusif dan berdaya
saing," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menaker secara simbolis menyerahkan hasil pelatihan penanganan
Covid-19 kepada perwakilan pondok pesantren, serikat pekerja, Perusahaan Penempatan
Pekerja Migran Indonesia (P3MI), dan peserta pelatihan PBK. Alkes yang diberikan adalah 1700
face shield; 4000 masker; 108 hazmat; 16 wastafel portable dan 32 wastafel otomatis.
"Kepada penerima bantuan hasil pelatihan penanganan dampak Covid-19, saya berharap,
semoga alat-alat ini dapat bermanfaat dan dapat digunakan untuk membantu masyarakat dalam
menanggulangi penyebaran Covid-19, " katanya.
Sementara itu, Dirjen Binalattas, Bambang Satrio Lelono, dalam sambutannya mengatakan
sejak Covid-19 merebak, pihaknya telah melaksanakan program tanggap Covid-19 dengan
mengoptimalkan fungsi BLK. "Pelatihan di BLK diarahkan untuk menghasilkan produk-produk
kesehatan Covid-19, " ujarnya.
Bambang menambahkan, sebanyak 8.876 peserta pelatihan di seluruh BLK telah membuat alkes
yang diperlukan masyarakat untuk mencegah Covid-19. Pembuatan alkes tersebut melibatkan
23 BLK UPTP, 71 BLK UPTD, dan 10 BLK Komunitas. "Hasilnya dapat diproduksi sebanyak 1,5
juta masker, 47 ribu APD, 50 ribu hand sanitizer, 26 ribu face shield, dan 1.116 wastafel, "
katanya.
Ia menjelaskan, hasil pelatihan penanganan dampak Covid-19 di BBPLK Serang sebagian telah
didistribusikan melalui Satuan Penanggulangan Covid-19 di wilayah Kota dan Kabupaten Serang,
Kota Cilegon, Kabupaten Lebak dan Pandeglang.
Turut hadir Wali Kota Serang, Syafrudin; Kepala BBPLK Serang, Agung Nur Rohmad; Kadisnaker
Serang, Akhmad Benbela; dan Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Serang.(*).
111

