Page 108 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 108

PT CONDONG AKAN BAYAR GAJI RIBUAN PEKERJANYA SENILAI RP5,1 MILIAR

              Garut - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Jawa Barat,
              memastikan PT Condong yang bergerak di bidang usaha perkebunan akan memenuhi kewajiban
              membayarkan gaji ribuan pekerjanya selama tiga bulan yang totalnya mencapai Rp5,1 miliar.

              "Hasil pertemuan tadi ada titik temu akan dibayarkan hak atau upah pegawai oleh PT Condong,"
              kata Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disnakertrans Garut Ricky Rizky
              Darajat usai mediasi antara pegawai dengan PT Condong di Garut, Selasa.

              Ia menuturkan dalam pertemuan itu hadir perwakilan dari pekerja dan manajemen PT Condong
              yang  menyampaikan  perusahaan  sudah  mulai  berbenah  agar  kembali  pulih  sehingga  bisa
              memenuhi hak para pegawai.

              Perusahaan, kata Ricky, berjanji akan membayarkan upah pegawai pada Oktober 2020 karena
              pada bulan itu berdasarkan hasil prediksi perkebunan sawit sudah mulai panen.
              "Akan dibayarkan jika kondisi keuangan sudah membaik, dan diperkirakan kondisi sawit akan
              membaik atau panen lagi bulan Oktober," katanya.

              Ia menyampaikan PT Condong saat ini sudah menunjukkan hal yang baik, yaitu telah mampu
              membayar upah pegawainya untuk bulan Mei dan Juni.

              "Kemarin  ada  pembayaran  yang  sebelumnya  belum  dibayar,  jadi  akan  dibayar  nanti  secara
              bertahap," katanya.

              Perwakilan dari PT Condong, Undang Kadarisman, membenarkan perusahaan sedang berupaya
              memenuhi hak upah pegawai yang selama tiga bulan yakni Februari, Maret dan April dengan
              target pembayaran pada Oktober 2020.
              Ia mengungkapkan, kewajiban PT Condong untuk memenuhi hak pegawainya sebesar Rp1,7
              miliar per bulan atau Rp5,1 miliar untuk menyelesaikan semua upah pegawai.

              "Lumayan besar Rp1,7 miliar per bulan, itu untuk pegawai saja, belum untuk biaya operasional,
              lalu pajak, besarannya Rp2,5 miliar, namun sekarang pendapatannya di  bawah Rp1 miliar,"
              katanya.

              Ia  mengungkapkan,  saat  ini  perusahaan  berusaha  untuk  tetap  bertahan  meski  kondisinya
              sedang  tidak  sehat  dan  berharap  perusahaan  perkebunan  di  sektor  sawit  dan  karet  dapat
              kembali normal.

              "Kita tetap bertahan meski masih sakit, kita berusaha untuk bangkit kembali," katanya.
              Ia menambahkan, kondisi tidak mampu membayar gaji pegawai karena dampak wabah COVID-
              19 sejak Februari, kemudian dampaknya lebih parah pada Maret, April dan Mei.

              "Dampak  COVID-19  sangat  terasa,  makanya  pada  Februari  tidak  bayar  gaji,  kami  kesulitan
              sedangkan  karyawan  kami  harus  dibayar,  Alhamdulillah  sekarang  normal  baru  ditambah
              manajemen baru," katanya.

              .








                                                           107
   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112   113