Page 20 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 20

KESEHATAN  DAN EKONOMI  JALAN SEIRING

              Aspek kesehatan dan ekonomi mendapat penekanan yang sama dalam penanganan Covid 19.
              Koordinasi menjadi salah satu persoalan dalam mengatasi pandemi.

              JAKARTA, KOMPAS --- Pemerintah menegaskan, pembentukan Komite Penanganan Co-vid-19
              dan  Pemulihan  Ekonomi  Nasional  oleh  Presiden  Joko  Widodo  tidak  dimaksudkan  untuk
              mendahulukan  kepentingan  ekonomi.  Komite  dibentuk  untuk  menyinergi-kan  kebijakan
              pemulihan ekonomi dan penanganan Co-vid-19.

              "Kesehatan  tetap  menjadi  prioritas  karena  dengan  sehat,  persoalan  ekonomi  menjadi  lebih
              mudah  penanganannya.  Jadi,  dua-duanya  mendapatkan  penekanan  yang  sama,"  kata
              Sekretaris  Kabinet  Pra-mono  Anung  Wibowo  dalam  jumpa  wartawan  yang  disiarkan  secara
              virtual dari Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020).

              Keputusan membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, kata
              Pramono, diambil karena Presiden Joko Widodo melihat persoalan kesehatan dan ekonomi tidak
              bisa dipisahkan dalam penanganan Covid-19. Pengalaman sejumlah negara menjadi pelajaran
              bagi  Pemerintah  Indonesia.  Tidak  sedikit  negara  yang  lebih  mengutamakan  penanganan
              kesehatan pada akhirnya menghadapi persoalan ekonomi yang kompleks, bahkan sampai resesi.
              Oleh  karena  itu,  pemerintah  berupaya  menyeimbangkan  penyelesaian  persoalan  kesehatan
              sekaligus perekonomian.
              Komite Penanganan Co-vid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang dibentuk berdasarkan
              Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tanggal 20 Juli 2020, terdiri dari Komite Kebijakan,
              Satuan  Tugas  (Satgas)  Penanganan  Covid-19,  serta  Satgas  Pemulihan  dan  Transformasi
              Ekonomi Nasional. Pembentukannya sekaligus merampingkan struktur dengan mengembalikan
              tugas tim keija, badan, dan komite ke kemen-terian yang menaunginya.

              Riset dan vaksin

              Dalam  rapat  tatap  muka  perdana  di  Jakarta,  Selasa  (21/7),  komite  terpadu  ini  membahas
              anggaran pemerintah bagi berbagai program untuk tahun jamak (multiyears). Program yang
              dibahas  antara  lain,  terkait  pengembangan  riset  dan  perizinan  vaksin  Covid-19.  Menteri
              Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Har-tarto menyatakan, komite terpadu bertugas
              merumuskan  kebijakan  pemantauan  penanganan  Covid-19  dan  perekonomian  nasional,
              termasuk pengembangan vaksin. Tidak hanya tahun ini, kebijakan dirumuskan untuk beberapa
              tahun mendatang.

              Menurut Airlangga, penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi membutuhkan jangka waktu
              menengah.  Tim  akan  memastikan  strategi  peningkatan  jumlah  tes  dan  isolasi  pasien  tetap
              betjalan.  Pada  saat  yang  sama,  pembukaan  kegiatan  ekonomi  tetap  dibarengi  penerapan
              protokol kesehatan yang ketat, sembari mengembangkan vaksin. Menteri Keuangan Sri Mul-
              yani  Indrawati  menambahkan,  kebijakan  ekonomi  dan  kesehatan  harus  seiring.  Pembukaan
              ekonomi secara bertahap di daerah zona hijau Covid-19 akan dilakukan lebih hati-hati dengan
              mempertimbangkan  aspek  kesehatan.  Jangan  sampai  daerah  zona  hijau  berubah  jadi  zona
              merah karena aktivitas ekonomi dibuka lagi. "Kesehatan dan ekonomi di satu kendali supaya
              gas dan remnya berjalan," ujarnya.

              Tugas berat

              Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Indonesia Mohammad Faisal berpendapat,
              Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional harus bisa menjawab tantangan
              pasca pemberlakuan tatanan normal baru. Pembukaan kegiatan ekonomi saat ini justru diikuti
              oleh peningkatan jumlah kasus Covid-19.

                                                           19
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25