Page 21 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 21

"Pelonggaran aktivitas masyarakat saat ini dinilai mengurangi tekanan terhadap ekonomi, tetapi
              jumlah kasus terus naik signifikan. Bagaimana komite terpadu menjawab tantangan ini?" tanya
              Faisal.

              Selama ini pemerintah dinilai telah merumuskan kebijakan penanganan Covid-19 dan pemulihan
              ekonomi cukup baik. Namun, masalah muncul pada tataran pelaksanaan yang te-cermin dalam
              rendahnya realisasi penyerapan anggaran stimulus. Realisasi stimulus pemulihan ekonomi masih
              kurang dari 40 persen.
              Menurut Faisal, efektivitas pembentukan komite terpadu ditentukan oleh sosok pemimpinnya.
              Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, yang ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana
              Komite, diharapkan mampu mendobrak sekat-sekat birokrasi dan ego sektoral yang selama ini
              mengganggu  jalannya  pemulihan  ekonomi.  Apalagi  pemulihan  ekonomi  membutuhkan
              pendekatan yang tidak birokratis.

              Selama  ini  miskoordinasi  antar  kementerian  dan  lembaga  dianggap  jadi  salah  satu  problem
              kurang  efektifnya  dampak  program.  Oleh  karena  itu,  pembentukan  komite  diharapkan
              mengatasi problem koordinasi.

              Direktur Riset Center of Reform and Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah menilai, formasi
              dalam  Komite  Penanganan  Covid-19  dan  Pemulihan  Ekonomi  Nasional  relatif  sama  dengan
              kabinet saat ini. Oleh karena itu, jangan sampai kineija dan fungsi komite terpadu justru sama
              dengan kabinet yang ada saat ini. "Pembentukan komite terpadu berisiko tidak efektif. Kalau itu
              terjadi, akan menurunkan kredibilitas pemerintah," kata Piter.

              Kapasitas pemeriksaan

              Dalam pelaksanaannya, Erick dibantu oleh Wakil Menteri BUMN Budi G Sadikin yang ditujuk
              sebagai  Ketua  Satuan  Tugas  Pemulihan  Ekonomi  Nasional  dan  Kepala  Badan  Nasional
              Penanggulangan Bencana Doni Munardo sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

              Menurut Budi Sadikin, salah satu tugas utama komite adalah menjaga tingkat pertumbuhan
              ekonomi Indonesia, yang terancam terkontraksi lebih tajam hingga minus di triwulan 11-2020.
              Pada triwulan 1-2020, ekonomi hanya tumbuh 2,97 persen. "Kami akan mengidentifikasi sektor
              mana  saja  yang  pertumbuhannya  paling  terkena  dampak  dan  program  apa  yang  harus
              diprioritaskan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
              Dari segi penanganan aspek kesehatan, Doni Monardo menyatakan, salah satu program yang
              akan didorong adalah meningkatkan kapasitas pemeriksaan spesimen hingga sebanyak 50.000
              per hari. Sejauh ini kapasitas pemeriksaan masih berkisar 20.000 per hari sehingga belum ada
              gambaran nyata tentang kondisi penularan virus di masyarakat.
              Komite  akan  mengkaji  metode  baru  untuk  menyosialisasikan  bahaya  Covid-19  dan  protokol
              kesehatan ke masyarakat agar tingkat kedisiplinan meningkat di tengah penerapan normal baru.
              "Gugus Tugas Co-vid-19 tetap jadi bagian yang tidak terpisahkan. Kita tidak boleh terpapar
              Covid-19, tetapi kita juga jangan sampai terkapar karena PHK (pemutusan hubungan kerja),"
              kata Doni.

              (KRN/AGE/NTA)











                                                           20
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26