Page 16 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 16

Ringkasan

              Presiden telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) No. 76 Tahun 2020. Perpres ini
              merupakan perubahan atas Perpres No. 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi
              Kerja  melalui  Program  Kartu  Prakerja.  Perpres  baru  ini  terbit  sebagai  upaya  memperbaiki
              pelaksanaan  program  kartu  Prakerja.  Pasalnya,  proses  gelombang  pertama  hingga  ketiga
              program ini menuai polemik di masyarakat Bahkan, menjadi sorotan KPK dengan mengeluarkan
              tujuh rekomendasai perbaikan terhadap pelaksanaan kartu Prakerja.
              Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar mengatakan, tidak banyak
              perbaikan signifikan dari Perpres Nomor 76/2020. Perpres hanya melegitimasi peran perusahaan
              platform digital dalam menyediakan pelatihan bagi peserta program kartu Prakerja.



              KARTU PRAKERJA MANDEK, TERBIT PERPRES BARU
              JAKARTA-Presiden  telah  menandatangani  Peraturan  Presiden  (Perpres)  No.  76  Tahun  2020.
              Perpres ini merupakan perubahan atas Perpres No. 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan
              Kompetensi  Kerja  melalui  Program  Kartu  Prakerja.  Perpres  baru  ini  terbit  sebagai  upaya
              memperbaiki pelaksanaan program kartu Prakerja. Pasalnya, proses gelombang pertama hingga
              ketiga  program  ini  menuai  polemik  di  masyarakat  Bahkan,  menjadi  sorotan  KPK  dengan
              mengeluarkan tujuh rekomendasai perbaikan terhadap pelaksanaan kartu Prakerja.

              Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar mengatakan, tidak banyak
              perbaikan signifikan dari Perpres Nomor 76/2020. Perpres hanya melegitimasi peran perusahaan
              platform digital dalam menyediakan pelatihan bagi peserta program kartu Prakerja.

              "Selama  ini,  itu  yang  kerap  jadi  sorotan  KPK  dan  dikritik  oleh  publik,"  ujar  Timboel  Siregar
              kepada INDOPOS, Selasa (21/7).
              Kendati,  terbitnya  Perpres  ini  ada  kemudahan  bagi  para  peserta  pelatihan  program  kartu
              Prakerja. Dalam proses pendaftaran calon peserta, Pepres 76 ini membuka proses pendaftaran
              offline  bagi  daerah  yang  memiliki  masalah  dengan  jaringan  telekomunikasi  dengan  lebih
              melibatkan pemerintah daerah. Demikian juga dengan pendaftaran online, proses pendaftaran
              juga diamanatkan melibatkan lembaga lain seperti BPJS ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan
              pada proses seleksi calon penerima sehingga kartu prakerja ini lebih tepat sasaran.

              "Tidak banyak perbaikan dari terbitnya Pepres justru yang muncul adalah kehadiran Pasal 31C
              ayat (3) dan Pasal 31B," bebernya.

              Ia  menjelaskan,  dalam  pasal  31C  ayat  (3)  mewajibkan  penerima  kartu  prakerja  yang  tidak
              memenuhi Pasal 3 ayat 2, 3, 4 dan 5 bahwa peserta adalah pencari kerja, pekerja yang ter-
              PHK, pekerja yang dirumahkan, bukan penerima upah seperti pekerja mikro dan sebagainya.
              Dan mereka harus mengembalikan bantuan biaya pelatihan dan insentif.

              "Menurut saya Pasal 31C ayat (3) adalah tidak tepat," tegasnya.

              Menurut Timboel, seharusnya dengan proses ketat yang sudah ditentukan dalam Perpres 76,
              proses  rekrutmen  peserta  kartu  prakerja  dengan  mengacu  pada  Pasal  11  ayat  (la)  tentang
              proses penerimaan calon peserta kartu prakerja berdasarkan data kepen-dudukan atau data
              lainnya yang dikelola instansi pemerintah, dan Pasal 11 ayat (lb) yaitu Komite Cipta Kerja (KCK)
              bekerja sama dengan Lembaga seperti BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, seharusnya
              Komite  Keija  sudah  benar-benar  melakukan  proses  seleksi  yang  ketat  dan  benar.  Sehingga
              peserta yang direkrut benar-benar sesuai Pasal 3 ayat (2), (3), (4) dan pasal (5).


                                                           15
   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21