Page 203 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 203

Sehingga  dalam  hal  ini,  Airlangga  berharap  DigiKu  dapat  memberikan  akses  seluas-luasnya
              sehingga UMKM dapat kembali beroperasi dan menemukan permintaannya.

              "Semoga DigiKu dapat digunakan Himbara untuk menjangkau masyarakat luas serta usaha dan
              industri kecil menengah sehingga penyaluran KUR yang ditargetkan sebesar Rp190 triliun dapat
              dilaksanakan secara offline maupun online," harap Airlangga.

              Dsisi  lain,  guna  mendorong  pelaku  UMKM  maka  dikeluarkan  program  Pemulihan  Ekonomi
              Nasional (PEN), memulihkan UMKM menjadi fokus utama pemerintah.

              Bahkan dari total biaya penanganan Covid-19 dan program PEN yang mencapai Rp 695,2 triliun,
              yang digunakan untuk mendukung sektor UMKM sebanyak Rp 123,46 triliun. Rinciannya adalah
              subsidi bunga Rp 35,28 triliun, penempatan dana untuk restru Rp 78,78 triliun, belanja imbal
              jasa penjaminan (IJP) Rp 5 triliun, penjaminan untuk modal kerja Rp 1 triliun, PPh Final UMKM
              ditanggung pemerintah (DTP) Rp 2,4 triliun, serta pembiayaan investasi kepada koperasi melalui
              Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM Rp 1 triliun.

              "Saat ini program Pemulihan Ekonomi Nasional difokuskan kepada UMKM. Ada dana sebesar Rp
              123,46 triliun yang didistribusikan ke berbagai lembaga. Ada yang ke perbankan, pegadaian, ke
              asuransi penjaminan, dan juga kepada lembaga-lembaga lainnya," kata Sekretaris Kementerian
              Koperasi dan UKM Rully Indrawan.

              Seperti  hanya  penyerapan  anggaran  untuk  sektor-sektor  lainnya  dalam  program  PEN,  Rully
              mengakui  penyerapan  anggaran  untuk  sektor  UMKM  juga  masih  menghadapi  sejumlah
              tantangan karena harus diperkuat dengan berbagai regulasi yang mendukung. Per 29 Juni 2020,
              realisasi penyerapan anggaran untuk sektor UMKM ini mencapai 22,74%, di mana maoritasnya
              adalah penempatan dana ke Bank Himbara sebesar Rp 30 triliun.
              "Memang  ada  permasalahan  yang  membuat  Presiden  marah  karena  dianggap  lambat
              birokrasinya.  Ada  persoalan-persoalan  yang  harus  kita  tuntaskan,  terutama  backup  yuridis
              formal. Teman-teman di Kementerian atau Lembaga terkait barangkali belajar dari pengalaman
              krisis sebelumnya yang meninggalkan banyak persoalan di belakang. Ini barangkali perlu kehati-
              hatian  namun  harus  disadari  saat  ini  kita  sedang  krisis  dan  membutuhkan  kesegeraan.
              Kementerian  kami  siap  mendukung  utk  itu.  Proses  yang  dilalui  setelah  keluarnya  Peraturan
              Pemerintah,  membutuhkan  Peratura  turunan-turunanya  yang  banyak,  itu  yang  harus
              diselesaikan," papar Rully.






























                                                           202
   198   199   200   201   202   203   204