Page 200 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 200
"Kita semua dalam kondisi sulit. Tidak ada dalam kondisi ini Pemda DKI sengaja ingin menutup
dengan semena-mena," kata Abdul Aziz di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (21/7/2020).
2. Langkah Pemprov DKI Jakarta dinilai sudah tepat Lanjutkan membaca artikel di bawah
Editor's picks RI Mau Memutus Tali Rantai Pandemik COVID-19? Buang Rapid Test! [UPDATE]
14,4 Juta Warga Dunia Terinfeksi Virus Corona Viral Ekspresi Tenang Balita Selamat dari Banjir
Bandang Luwu Ilustrasi Diskotek (Instagram.com/@colosseumjkt) Politikus PKS ini menilai,
kebijakan ditutupnya tempat hiburan malam oleh Pemprov DKI sudah tepat. Sebab, penutupan
itu semata-mata untuk kepentingan bersama dan mengutamakan keselamatan masyarakat.
"Seandainya terjadi cluster baru di tempat tertutup, yang akan dirugikan kan mereka sendiri,"
ungkapnya.
3. Asphija minta tak dipandang negatif Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija),
Hana Suryani (IDN Times/Aryodamar) Sebelumnya, Ketua Asphija Hana Suryani mengaku
heran karena tak pernah diajak diskusi untuk membuka tempat hiburan malam di tengah
pandemik virus corona. Ia pun meminta tidak ada yang memandang negatif tempat hiburan
malam, termasuk khawatir akan menjadi klaster apabila dibuka di tengah pandemik.
"Sekarang kami bingung 4 bulan ditutup, tidak ada kepastian 19 ribu karyawan dirumahkan dan
sudah tidak bekerja. Jadi tuntutan kami adalah tolong jangan stigmakan hiburan malam itu
negatif, dituduh sebagai area yang akan menimbulkan klaster baru," jelasnya.
199

