Page 201 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 201
Judul DigiKu Diharapkan dapat Mendorong UMKM
Nama Media neraca.co.id
Newstrend Dampak Virus Corona
Halaman/URL https://www.neraca.co.id/article/134163/digiku-diharapkan-dapat-
mendorong-umkm
Jurnalis gro
Tanggal 2020-07-21 00:00:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Airlangga Hartarto (Menteri Koordiator Perekonomian) Kami menyambut baik program
Digital Kredit UMKM (DigiKu) yang merupakan kerja sama Himbara dengan e-commerce
platform ini
positive - Airlangga Hartarto (Menteri Koordiator Perekonomian) Tentu dengan adanya DigiKu
ini, harapannya dapat menciptakan good finance sehingga UMKM dapat mengakses kredit
secara lebih mudah. Kita berharap bahwa transaksi e-commerce akan semakin tinggi
positive - Airlangga Hartarto (Menteri Koordiator Perekonomian) Saat (saya) mengikuti salah
satu acara World Economic Forum (WEF), mereka mengapresiasi apa yang dilakukan oleh
Indonesia
positive - Airlangga Hartarto (Menteri Koordiator Perekonomian) Ini artinya lebih dari 85%
pasarnya ada di Indonesia
positive - Airlangga Hartarto (Menteri Koordiator Perekonomian) Sesuai dengan acara hari ini,
yaitu peluncuran program Digital Kredit UMKM. Tentu peluncuran siang hari ini mendapatkan
momentum yang sangat tepat
positive - Airlangga Hartarto (Menteri Koordiator Perekonomian) Semoga DigiKu dapat
digunakan Himbara untuk menjangkau masyarakat luas serta usaha dan industri kecil menengah
sehingga penyaluran KUR yang ditargetkan sebesar Rp190 triliun dapat dilaksanakan secara
offline maupun online
positive - Rully Indrawan (Sekretaris Kementerian Koperasi) Saat ini program Pemulihan
Ekonomi Nasional difokuskan kepada UMKM. Ada dana sebesar Rp 123,46 triliun yang
didistribusikan ke berbagai lembaga. Ada yang ke perbankan, pegadaian, ke asuransi
penjaminan, dan juga kepada lembaga-lembaga lainnya
positive - Rully Indrawan (Sekretaris Kementerian Koperasi) Memang ada permasalahan yang
membuat Presiden marah karena dianggap lambat birokrasinya. Ada persoalan-persoalan yang
harus kita tuntaskan, terutama backup yuridis formal. Teman-teman di Kementerian atau
Lembaga terkait barangkali belajar dari pengalaman krisis sebelumnya yang meninggalkan
banyak persoalan di belakang. Ini barangkali perlu kehati-hatian namun harus disadari saat ini
200

