Page 29 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 29

Judul               Resesi Mengancam Indonesia
                 Nama Media          Kontan

                 Newstrend           Perekonomian Indonesia
                 Halaman/URL         Pg15
                 Jurnalis            *
                 Tanggal             2020-07-22 04:33:00
                 Ukuran              286x255mmk
                 Warna               Hitam/Putih
                 AD Value            Rp 60.775.000
                 News Value          Rp 182.325.000
                 Kategori            Barenbang
                 Layanan             Korporasi
                 Sentimen            Negatif

              Ringkasan

              Pemerintah  melaporkan  kondisi  perekonomian  Indonesia  masih  lebih  baik  jika  dibandingkan
              dengan negara tetangga dan negara maju lain. Tetapi, bukan berarti tidak ada tanda-tanda
              bahwa  Indonesia  akan  mengalami  persoalan  yang  sama,  yaitu  mengalami  resesi  yang
              merupakan imbas dari efek domino penyebarluasan Covid-19 yang tak kunjung tertangani.

              Dana Moneter Internasional (IMF), misalnya pada awalnya sebetulnya memperkirakan ekonomi
              Indonesia masih bisa tumbuh 0,5% pada tahun 2020. Namun demikian, ketika pandemi Covid-
              19 terus naik dan korban-korban terus berjatuhan, maka diperkirakan kondisi perekonomian
              nasional akan mengalami kontraksi -0,3%. Bahkan, di kuartal III-2020 jika tidak ada kemajuan
              dalam upaya penanganan Covid-19, bukan tidak mungkin kontraksi ekonomi yang terjadi akan
              lebih parah.



              RESESI MENGANCAM INDONESIA

              Pemerintah  melaporkan  kondisi  perekonomian  Indonesia  masih  lebih  baik  jika  dibandingkan
              dengan negara tetangga dan negara maju lain. Tetapi, bukan berarti tidak ada tanda-tanda
              bahwa  Indonesia  akan  mengalami  persoalan  yang  sama,  yaitu  mengalami  resesi  yang
              merupakan imbas dari efek domino penyebarluasan Covid-19 yang tak kunjung tertangani.

              Dana Moneter Internasional (IMF), misalnya pada awalnya sebetulnya memperkirakan ekonomi
              Indonesia masih bisa tumbuh 0,5% pada tahun 2020. Namun demikian, ketika pandemi Covid-
              19 terus naik dan korban-korban terus berjatuhan, maka diperkirakan kondisi perekonomian
              nasional akan mengalami kontraksi -0,3%. Bahkan, di kuartal III-2020 jika tidak ada kemajuan
              dalam upaya penanganan Covid-19, bukan tidak mungkin kontraksi ekonomi yang terjadi akan
              lebih parah.

              Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat perlambatan ekonomi Indonesia sebetulnya sudah
              terjadi sejak kuartal 1-2019. Perinciannya, pertumbuhan kuartal 1-2019 tercatat sebesar 5,07%,
              kuartal 11-2019 sebesar 5,05%, kuartal III 2019 sebesar 5,02%, dan kuartal IV-2019 hanya
              4,97%. Memasuki 2020, pertumbuhan ekonomi terus melorot, dan bahkan minus.

              Meski pun angka kontraksi minus 0,3% itu relatif sangat kecil dibandingkan dengan Singapura
              yang minus 41,2% dan Amerika Serikat yang minus 37%. Tetapi, ketika daya beli masyarakat

                                                           28
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34