Page 31 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 31
Bukan rahasia lagi bahwa ekonomi Indonesia amat bergantung dengan konsumsi masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat konsumsi rumah tangga menyumbang
hingga 56,62% terhadap ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2019 -diikuti oleh komponen
investasi serta ekspor dan impor.
Pada kondisi saat ini, ketika investasi dan ekspor tidak lagi bisa terlalu diharapkan, maka sembari
menunggu vaksin anti-Covid-19 diproduksi, jalan keluarnya adalah bertumpu pada pengucuran
belanja pemerintah di berbagai daerah. Termasuk mempercepat turunnya g^ji ke-13 bagi PNS,
TNI Polri dan pensiunan.
Banyak pihak optimis bahwa, ancaman resesi yang bakal melanda Indonesia tidaklah separah
Singapura dan beberapa negara tetangga. Salah satu fondasi yang bakal fungsional menopang
agar resesi di Indonesia tidak makin mendalam adalah dengan mempercepat penyaluran
berbagai macam bantuan sosial kepada masyarakat yang rentan dari dampak Covid-19.
Bantuan langsung tunai, Program Keluarga Harapan (PKH) serta paket bantuan lainnya, perlu
segera diperluas cakupan dan penyalurannya agar membantu menopang pemulihan daya beli
masyarakat.
Di tengah keterbatasan dana pembangunan yang ada, memang tidak banyak pilihan yang bisa
diambil. Meningkatkan kembali daya beli masyarakat sembari tetap fokus mencegah penyebaran
wabah Covid-19 adalah kombinasi program yang harus dikembangkan pemerintah secara
dinamis.
Jangka pendek mungkin tidak perlu terlalu fokus ke upaya memberdayakan aktivitas usaha
masyarakat, karena yang teipenting adalah bagaimana meningkatkan kembali daya beli
masyarakat agar bisa menghindari ancaman resesi.
30

