Page 40 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 40
Judul SERIKAT BURUH DI PERSIMPANGAN JALAN
Nama Media Bisnis Indonesia
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL Pg17
Jurnalis YUSTINUS ANDRI
Tanggal 2020-07-22 03:59:00
Ukuran 477x295mmk
Warna Warna
AD Value Rp 367.290.000
News Value Rp 1.836.450.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
neutral - Said Iqbal (Ketua KSPI) Isi dari draft itu berisi analisa dan pandangan serikat buruh
mengenai dasar penolakan kami terhadap klaster ketenagakerjaan, kemudian mengusulkan
agar UU No. 13 Tahun 2003 dijadikan sebagai perlindungan kesejahteraan yang paling minimal
bagi pekerja/buruh
neutral - Elly Rosita Silaban (Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia) Justru
kami ingin mengawal dengan baik RUU Cipta Kerja dengan terlibat langsung dalam perundingan
resmi. Kami juga tidak ingin dianggap plin-plan karena sebelumya minta dibentuk tim teknis
namun akhirnya keluar begitu saja. Justru hal itu akan jadi titik lemah kita nantinya
neutral - Airlangga Hadi Subhan (Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas) Kekhawatiran
tentang risiko banyaknya labor union di Indonesia telah muncul sejak lama. . Sebab dengan
makin banyaknya serikat pekerja, maka akan makin banyak pula pendapat dan keinginan
negative - Airlangga Hadi Subhan (Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas) Alhasil, bisa jadi
UU Cipta Kerja yang muncul tidak mengakomodasi secara seimbang seluruh pihak. Akhirnya,
iklim ketenagakerjaan dan industri nasional juga akan menjadi korbannya.
negative - Airlangga Hadi Subhan (Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas) Akhirnya, iklim
ketenagakerjaan dan industri nasional juga akan menjadi korbannya.
Ringkasan
Kehadiran RUU Cipta Kerja sejak lama telah menimbulkan polarisasi, terutama antara pekerja,
pemerintah dan pengusaha. Namun, kali ini perbedaan pendapat justru dialami antarserikat
pekerja.
Adapun, dalam pembahasan RUU Cipta Kerja klaster Ketenagakerjaan, serikat pekerja,
pengusaha dan pemerintah sepakat membentuk tim khusus. Tim itu terdiri dari unsur pekerja
beranggotakan 15 orang, terdiri dari perwakilan KSPSI AGN (3 orang), KSPI (3 orang), KSPSI
Yoris (3 orang), KSBSI (2 orang), KSPN (1 orang), K. SARBUMUSI (1 orang), FSPPN (1 orang),
FSP Kahutindo (1 orang).
39

