Page 85 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 85

PBK. Alkes yang diberikan berupa 1.700 face shield, 4.000 masker, 108 hazmat, 16 wastafel
              portable, dan 32 wastafel otomatis.

              "Kepada  penerima  bantuan  hasil  pelatihan  penanganan  dampak  Covid-19,  saya  berharap
              semoga alat-alat ini dapat bermanfaat dan dapat digunakan untuk membantu masyarakat dalam
              menanggulangi penyebaran Covid-19," katanya.

              Ida  mengungkapkan,  Kementerian  Ketenagakerjaan  telah  melakukan  refocusing  program
              tanggap Covid-19 dengan mengoptimalkan fungsi BLK, baik BLK UPTP, BLK UPTD, maupun BLK
              Komunitas.

              "Pemerintah  berupaya  menyiapkan  sejumlah  langkah  untuk  pengamanan  Covid-19  dan
              dampaknya, termasuk mengerahkan program pelatihan kerja di BLK," ujar Ida saat membuka
              Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) gelombang II dan Penyerahan Hasil Pelatihan Penanganan
              Dampak Covid-19 di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang, Banten, Selasa
              (21/7).

              Kemnaker  membagikan  1,6  juta  produk  alkes  hasil  produksi  pelatihan  kerja  di  BLK  seluruh
              Indonesia guna mendukung penanganan pandemi Covid-19. (Foto: dok. Kemnaker)  BLK, kata
              Ida, diarahkan untuk mengadakan pelatihan penanganan dampak Covid-19 yang ditujukan guna
              menyiapkan  dan  memproduksi  alat  yang  dapat  membantu  masyarakat  dalam  mencegah
              penularan Covid-19. Ia menambahkan, diperlukan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan
              pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan dampak pandemi, termasuk soal kebijakan
              daerah yang sebaiknya selaras dengan pemerintah pusat.

              "Berbagai kebijakan yang dibuat merupakan bagian dari upaya membangun dan menciptakan
              ekosistem perekonomian nasional yang kondusif dan berdaya saing," ujar Ida.
              Dirjen Binalattas Bambang Satrio Lelono mengatakan, sejak pandemi merebak, pihaknya telah
              melaksanakan  program  tanggap  Covid-19  dengan  mengoptimalkan  fungsi  BLK  untuk
              menghasilkan  produk-produk  kesehatan  yang  sesuai.  Ia  menyebut  8.876  peserta  pelatihan
              terlibat di seluruh BLK, terdiri dari 23 BLK UPTP, 71 BLK UPTD, dan 10 BLK Komunitas.

              "Hasilnya, dapat diproduksi sebanyak 1,5 juta masker, 47 ribu APD, 50 ribu hand sanitizer, 26
              ribu face shield, dan 1.116 wastafel," kata Bambang seraya menambahkan, sebagian produk
              telah didistribusikan melalui Satuan Penanggulangan Covid-19 di wilayah Kota dan Kabupaten
              Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

              (rea/rea).


























                                                           84
   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90