Page 83 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 83

Menaker mengatakan, program yang memuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah itu
              dapat menciptakan petani tradisional yang berkompetensi, sehingga menciptakan hasil produk
              lebih tinggi dan unggul.

              "Dari petani tradisional menjadi petani berkopetensi sehingga dengan pertanian yang memiliki
              produk yang tinggi dan keinginan kita untuk membangun ketahanan pangan itu bisa terwujud,"
              katanya.

              Menaker juga menyatakan bahwa BLK yang dimiliki oleh  Kemnaker  harus ikut berkontribisi
              dalam  meningkatkan  sumber  daya  manusia  (SDM)  dan  penguatan  ketahanan  pangan  serta
              menciptakan wirausaha baru.

              "Memiliki  tanggung  jawab  untuk  membangun  sumber  daya  manusia  (SDM)  yang  unggul.
              Peningkatan kompetensi dan produktivitaslebih baik," katanya.

              Ia menambahkan, dalam situasi pandemi COVID-19 ini, semua elemen masyarakat dan juga
              pemerintah  harus  bersinergi  untuk  mencari  solusi  yang  terbaik  dengan tidak  mengandalkan
              impor pangan dari negara lain.

              "Kita sebagai bangsa Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan impor pangan dari negara luar.
              Mau tidak mau kita harus menciptakan pangan yang cukup kuat," katanya.
              Dalam kesempatan tersebut  Menaker  Ida Fauziyah secara resmi membuka Pelatihan Berbasis
              Kompetensi (PBK) gelombang II dan penyerahan hasil pelatihan penanganan dampak COVID-
              19 di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang.















































                                                           82
   78   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88