Page 80 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 80
MENAKER IDA BAGIKAN 1,6 JUTA ALKES COVID-19 PRODUKSI BLK SELURUH
INDONESIA
Serang - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah membagikan 1,6 juta produk alat
kesehatan (Alkes) Covid-19, hasil produksi pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) seluruh
Indonesia guna mendukung penanganan Covid-19.
Hasil produksi alkes tersebut didistribusikan dan dihibahkan secara serentak dan gratis kepada
Satgas Penanggulangan Covid-19, rumah sakit, lembaga keagamaan, serikat pekerja/buruh,
dan lain-lainnya.
"Pemerintah berupaya menyiapkan sejumlah langkah untuk penanganan Covid-19 dan
dampaknya, termasuk mengerahkan program pelatihan kerja di BLK" ujar Ida, saat membuka
Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), gelombang II dan Penyerahan Hasil Pelatihan
Penanganan Dampak Covid-19, di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang,
Kabupaten Serang, Banten, Selasa (21/7/2020).
Menurut Menaker Ida, dalam menghadapi pandemi Covid-19, Kemnaker telah melakukan
refocusing program tanggap Covid-19 dengan mengoptimalkan fungsi BLK, baik BLK UPTP, BLK
UPTD, maupun BLK Komunitas.
"BLK diarahkan untuk menyelenggarakan pelatihan penanganan dampak Covid-19 yang
ditujukan untuk menyiapkan dan memproduksi barang/alat yang dapat membantu masyarakat
dalam pencegahan penularan Covid-19," kata Ida.
Menaker Ida mengatakan, untuk mempercepat penanganan dampak Covid-19 maupun
peningkatan SDM di daerah, diperlukan sinergi yang kuat antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah. Kebijakan yang dibuat di daerah harus selaras dengan kebijakan yang
dibuat oleh Pemerintah Pusat.
"Berbagai kebijakan yang dibuat merupakan bagian dari upaya membangun dan menciptakan
ekosistem perekonomian nasional yang kondusif dan berdaya saing," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menaker Ida secara simbolis menyerahkan hasil pelatihan
penanganan Covid-19 kepada perwakilan Pondok Pesantren, Serikat Pekerja, P3MI, serta
peserta pelatihan PBK. Alkes yang diberikan yakni 1700 face shield; 4000 masker; 108 Hazmat;
16 wastafel portable dan 32 wastafel otomatis.
"Kepada penerima bantuan hasil pelatihan penanganan dampak Covid-19, saya berharap
semoga alat-alat ini dapat bermanfaat dan dapat digunakan untuk membantu masyarakat dalam
menanggulangi penyebaran Covid-19," katanya.
Sementara itu, Dirjen Binalattas, Bambang Satrio Lelono, dalam sambutannya mengatakan
sejak Covid-19 merebak, pihaknya telah melaksanakan program tanggap Covid-19 dengan
mengoptimalkan fungsi BLK. "Pelatihan di BLK diarahkan untuk menghasilkan produk-produk
kesehatan Covid-19," ungkapnya.
Bambang Satrio Lelono menambahkan, sebanyak 8.876 peserta pelatihan di seluruh BLK telah
membuat alkes yang diperlukan masyarakat untuk mencegah Covid-19. Pembuatan alkes
tersebut melibatkan 23 BLK UPTP, 71 BLK UPTD, dan 10 BLK Komunitas.
"Hasilnya dapat diproduksi sebanyak 1,5 juta masker, 47 ribu APD, 50 ribu hand sanitizer, 26
ribu face shield, dan 1.116 wastafel," katanya.
79

