Page 145 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 JULI 2020
P. 145

Langkah  kedua,  mengadakan  program  padat  karya  dan  kewirausahaan  dalam  upaya
              mengembangkan perluasan kesempatan kerja bagi pekerja atau buruk terdampak Covid. Yang
              terakhir,  Kemnaker  disebut  membuka  layanan  informasi,  konsultasi,  dan  pengaduan  bagi
              pekerja atau buruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan.

              Ida menjelaskan, ketiga langkah strategis tersebut selaras dengan 6 jaring pengaman sosial
              pemerintah dalam menghadapi Covid-19. Keenam jaring pengaman itu adalah stimulus ekonomi
              bagi pelaku usaha agar dapat bertahan di tengah pandemi, serta tetap mampu mempekerjakan
              pekerja atau buruh. Kedua, insentif keringanan pajak penghasilan maupun bunga kredit bagi
              para pekerja di sektor  formal.

              Ketiga, bantuan sosial bagi para pekerja formal maupun pekerja informal. Keempat, prioritas
              Kartu Prakerja bagi korban ter-PHK dan dirumahkan, di mana Kemnaker sebagai mitra aktif
              melalui platform SISNAKER. Kelima, masifikasi program padat karya dan kewirausahaan untuk
              penyerapan  tenaga  kerja.  Keenam,  perlindungan  terhadap  pekerja  migran,  baik  di  negara
              penempatan maupun setelah kembali ke Tanah Air.

              Sebelumnya,  Ida  mengatakan  bahwa  kondisi  ketenagakerjaan  Indonesia  sedang  mengalami
              tren positif sebelum pandemi.

              "Hal itu ditunjukkan dengan tingkat pengangguran yang kian menurun hingga mencapai 4,9
              persen pada Februari 2020," ungkapnya.
              Tren  positif  itu  diakui  tak  lepas  dari  kerja  keras  pemerintah  bersama  stakeholder
              Ketenagakerjaan,  baik  dalam  peningkatan  kompetensi  dan  produktivitas,  menjaga  suasana
              kondusif  dalam  hubungan  industrial,  serta  berbagai  program  perluasan  kesempatan  kerjadi
              masyarakat.
              Setelah  pandemi,  data yang  dihimpun  Kemnaker  menunjukkan  pekerja  terdampak  Covid-19
              pada sektor formal dan informal mencapai 1,7 juta orang. Pengangguran diprediksi bertambah
              mencapai 2,92 juta hingga 5,23 juta orang. Kemnaker disebut akan berusaha keras menekan
              angka pengangguran agar tidak tembus dua digit. (rea).




































                                                           144
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150