Page 123 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 APRIL 2020
P. 123

Title          TIDAK ADA SALAHNYA MENDUKUNG OMNIBUS LAW CIPTA KERJA DI TENGAH WABAH
                              CORONA
               Media Name     jpnn.com
               Pub. Date      16 April 2020
               Page/URL       https://www.jpnn.com/news/tidak-ada-salahnya-mendukung-omnibus-law-cip ta-kerja-di-
                              tengah-wabah-corona
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive



















               JAKARTA  - Studi Demokrasi Rakyat (SDR) menilai Omnibus Law RUU Cipta Kerja
               yang diusulkan pemerintah masih menjadi pro dan kontra dalam pembahasannya di
               DPR RI.

               Meskipun saat ini sedang terjadi perlambatan ekonomi dunia, prioritas utama
               negara dan bangsa saat ini adalah bagaimana seluruh elemen masyarakat
               bergotong royong, memanfaatkan semua energi dan kinerja masing-masing untuk
               penanganan pandemi Covid-19.

               "Tentu pemerintah mempunyai agenda-agenda kerja yang diprioritaskan setelah
               Covid-19 ini, sebut saja terkait Omnibus Law Cipta Kerja. Ketika semua hal terkait
               Omnibus Law Cipta kerja ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
               masyarakat dan bangsa ini, why not, let's do it," ujar Direktur Eksekutif SDR Hari
               Purwanto di Jakarta, Kamis (16/4).


               Tapi jika sebaliknya, lanjut Hari, tentunya pemerintah harus bijak mengkaji itu
               semua. "Prinsipnya kami dukung kebijakan pemerintah selama dalam koridor
               idealisme untuk membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat, bukan hanya
               kepada pengusaha," katanya.

               Hari menyatakan, ada sebelas klaster yang dimaksud dalam RUU Cipta Lapangan
               Kerja. Dari sebelas klaster tersebut, sepuluh di antaranya sudah selesai dibahas.
               Satu klaster yang masih alot pembahasannya adalah klaster ketenagakerjaan.

               Menurutnya, Indonesia saat ini mengalami obesitas regulasi yang akhirnya
               mencegah pemerintah bertindak cepat dalam merespon perubahan dunia. "Obesitas
               regulasi itu membuat kita terjerat dalam aturan yang kita buat sendiri, terjebak
               dalam kompleksitas," ucapnya.

               Dalam setiap pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR RI, kata Hari, tujuannya
               mencari titik temu terbaik dalam sebuah produk Undang-undang, dan dibahas



                                                      Page 122 of 179.
   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128