Page 125 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 APRIL 2020
P. 125
Title OMNIBUS LAW JALAN TERUS, RIBUAN BURUH BAKAL GELAR DEMO BESAR-BESARAN
Media Name jpnn.com
Pub. Date 16 April 2020
https://www.jpnn.com/news/omnibus-law-jalan-terus-ribuan-buruh-bakal-g elar-demo-
Page/URL
besar-besaran
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
JAKARTA - Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) mendesak DPR untuk segera
menghentikan pembahasan RUU Omnibus Law, khususnya klaster Cipta Kerja di
tengah darurat wabah virus corona (Covid-19).
MPBI merupakan gabungan tiga konfederasi buruh terbesar dengan jutaan anggota
yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat
Pekerja Indonesia (KSPI) dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia
(KSBSI).
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea memberikan ultimatum kepada DPR. Dia
mengatakan, jika tuntutan ini diabaikan ribuan buruh akan melakukan aksi
demonstrasi di DPR pada 30 April.
Tak hanya di Ibukota, aksi serupa juga akan digelar serentak di seluruh provinsi lain
di Tanah Air.
"Kami sudah membuat surat resmi kepada presiden dan ketua DPR untuk
menggelar aksi besar-besaran secara nasional. Ratusan ribu massa buruh akan
turun berdemonstrasi. Sasaranya ke gedung DPR dan Kemenko Perekonomian,"
tegas Andi Gani dalam konferensi pers virtual, Kamis (16/4).
Andi Gani mengaku tengah melakukan komunikasi intensif dengan kepolisian terkait
perizinan aksi. Sebab, adanya larangan mengumpulkan banyak orang di saat wabah
corona turut menjadi pertimbangan.
"Sebagai wadah gerakan, MPBI harus segera menyatakan sikap dan mengambil
langkah tegas untuk memilih jalan aksi. Masih ada ruang waktu untuk berdialog 7
hari sebelum 30 April tidak ada respon," katanya.
Andi Gani menilai, DPR sejauh ini tak punya hati nurani dan empati terhadap jutaan
buruh yang hingga hari ini tetap bekerja di pabrik meski ada imbauan pembatasan
interaksi sosial dan fisik.
Selain itu, para buruh juga terancam PHK di tengah pandemi corona.
Page 124 of 179.

