Page 91 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 APRIL 2020
P. 91

Title          KONTROVERSI OMNIBUS LAW DAN PENUNDAAN KLASTER TENAGA KERJA
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      29 April 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200429090408-20-498312/kontrov ersi-
               Page/URL
                              omnibus-law-dan-penundaan-klaster-tenaga-kerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Jakarta - Presiden Joko Widodo (  Jokowi  ) dan Ketu DPR Puan Maharani sepakat
               menunda pembahasan klaster ketenagakerjaan di dalam Rancangan Undang-
               Undang (RUU)  Omnibus Law  Cipta Kerja (Ciptaker). Penundaan dilakukan untuk
               memberikan ruang pemerintah dan DPR mendalami substansi pasal-pasal yang
               berkaitan dengan masalah tenaga kerja hingga tengah fokus mengatasi pandemi
               virus corona.

               "Hal ini juga untuk memberikan kesempatan kepada kami untuk mendalami lagi
               substansi dari pasal-pasal yang terkait dan juga untuk mendapatkan masukan-
               masukan dari para pemangku kepentingan," kata Jokowi melalui keterangan tertulis,
               Jumat (24/4).


               "Saya ingin menyampaikan bahwa terkait dengan pembahasan Omnibus Law Cipta
               Kerja untuk klaster ketenagakerjaan, kami meminta kepada Baleg DPR untuk
               menunda pembahasannya," ujar Puan sehari sebelum Jokowi mengeluarkan
               pernyataan.

               Keputusan Jokowi dan permintaan Puan kepada Badan Legislasi (Baleg) DPR itu
               keluar setelah masalah ketenagakerjaan di dalam RUU Ciptaker itu ditentang
               sejumlah fraksi di DPR dan beberapa elemen buruh yang mengancam akan
               melakukan demonstrasi besar-besar pada 30 April.

               Misalnya, Wakil Ketua Baleg DPR dari Fraksi NasDem Willy Aditya menyarankan agar
               pemerintah menangguhkan pembahasan klaster ketenagakerjaan jika ingin target
               100 hari pembahasan RUU Ciptaker, sesuai dengan keinginan Jokowi, tercapai.

               Wakil Ketua Baleg DPR dari Fraksi PDI-P Rieke Diah Pitaloka merekomendasikan
               klaster ketenagakerjaan dikeluarkan dari RUU Ciptaker. Menurutnya, penarikan
               klaster itu akan memperjelas bahwa RUU yang dinginkan pemerintah itu semata-
               mata untuk kemudahan investasi dan perizinan.

               Pasal-pasal Kontroversial  Masalah ketenagakerjaan tertuang di Bab IV RUU
               Ciptaker. Isinya terkait perubahan beberapa ketentuan dalam Undang-Undang
               Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Sejumlah kelompok buruh pun
               menentang perubahan yang tertuang dalam RUU tersebut.









                                                       Page 90 of 181.
   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96