Page 132 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 JANUARI 2020
P. 132

Menaker juga memastikan, pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
               tetap mendapatkan kompensasi PHK sesuai ketentuan.


               "Selain menerima kompensasi PHK, pekerja ter-PHK mendapat pelindungan jaminan
               sosial berupa Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)," jelas Menaker.

               Selain itu, Menaker menyebut bahwa sistem Upah Minimun (UM) tetap ada dalam
               omnibus law. Di mana UM hanya berlaku untuk pekerja dengan masa kerja kurang
               dari satu tahun. Perusahaan juga diwajibkan menerapkan Struktur dan Skala Upah
               untuk pekerja dengan masa kerja di atas 1 tahun.  Adapun, besaran upah di atas
               UM disepakati antara pekerja dan pengusaha.


               "UM tetap ada sebagai jaring pengaman dan tidak dapat ditangguhkan," terang
               Menaker.


               Menaker menambahkan, omnibus law juga akan membuat waktu kerja menjadi
               lebih fleksibel, dimana pekerja dan pengusaha diberikan keleluasaan dalam
               menyepakati waktu kerja. Hal ini untuk memfasilitasi jenis pekerjaan tertentu yang
               sistem waktu kerjanya di bawah 8 jam per hari atau 40 jam per minggu.

               "Ini untuk jenis pekerjaan tertentu. Bagaimana dengan pekerjaan yang ingin 8 jam
               per hari atau 40 jam per minggu? Tetap ada, hanya kami memfasilitasi fleksibilitas
               jam kerja," paparnya.

               Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
               tenaga kerja terampil dan profesional pada bidang tertentu yang belum dapat diisi
               oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI), mempercepat proses pembangunan nasional
               dengan jalan alih teknologi dan keahlian dari TKA ke TKI, dan memperluas
               kesempatan kerja bagi TKI.

               Penggunaan TKA tetap dibatasi hanya untuk jenis pekerjaan tertentu yang tidak
               dapat dilakukan oleh pekerja di dalam negeri. Pemerintah mengendalikan
               penggunaan TKA dengan memperhatikan jenis pekerjaan, jabatan, syarat
               kompetensi jabatan dalam hubungan kerja dan waktu tertentu dengan
               mempertimbangkan kondisi pasar kerja dalam negeri.

               Terkait isu yang beredar soal SP/SB tidak dilibatkan dalam dialog perumusan omnius
               law ini dan hanya dari pengusaha saja yang dilibatkan, Menaker Ida menegaskan
               hal itu mutlak tidak benar.

               "Tentu kita mendengarkan masukan dari unsur Tripartit Nasional yang terdiri dari
               unsur pekerja, pengusaha dan pemerintah," kata Menaker Ida.


               Ida menambahkan soal penguatan pelindungan sosial, nantinya dalam omnibus law
               ini kami akan merevisi soal SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional) dan UU BPJS,
               yang nantinya akan diperbaharui guna menguatkan pelindungan sosial bagi tenaga
               kerja.





                                                      Page 131 of 175.
   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137