Page 135 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 JANUARI 2020
P. 135

Title          ATURAN HARUS UNTUNGKAN SEMUA PIHAK
               Media Name     mediaindonesia.com
               Pub. Date      10 Januari 2020
               Page/URL       https://mediaindonesia.com/read/detail/282468-aturan-harus-untungkan-s emua-pihak
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               ASOSIASI Pengusaha Indonesia berharap agar skema omnibus law terkait
               Rancangan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja dapat menguntungkan semua
               pihak, termasuk pengusaha dan buruh.

               "Menciptakan lapangan kerja itu merupakan kepentingan bangsa, bukan
               kepentingan buruh dan pengusaha. Intinya jangan merugikan antarpihak," ungkap
               Wakil Ketua Apindo, Anton J Supit, di Jakarta, kemarin.


               Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Hamonangan Laoly,
               menyatakan progres finalisasi RUU Cipta Lapangan Kerja telah mencapai 95%.
               Pemerintah akan menyerahkan surat Presiden ke parlemen agar RUU itu segera
               disahkan masuk ke Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020.

               Pemerintah, imbuh Yasonna, menginginkan perbaikan pada sistem dasar
               ketenagakerjaan. Karena itu, disusun RUU Cipta Lapangan Kerja melalui omnibus
               law yang di dalamnya terdapat 79 UU dan 1.228 pasal untuk diamendemen.

               "Dengan selesainya UU omnibus law ini, akan ada satu perubahan fundamental
               dalam investasi dan penciptaan lapangan kerja," jelas Yasonna di Jakarta, kemarin.

               Di sisi lain, mayoritas buruh menolak UU Cipta Lapangan Kerja. Bahkan mereka
               mengancam akan turun ke jalan lantaran UU itu dianggap tidak memihak buruh.


               Salah satu poin yang ditolak ialah pengaturan upah berdasarkan hitungan jam
               sebab dianggap merugikan buruh. Selain itu, buruh juga merasa tidak dilibatkan
               dalam pembahasan aturan itu.


               Gerakan Buruh Jakarta (GBJ) misalnya kemarin berunjuk rasa di depan Pos 9
               Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Menurut Kepala Bidang Hukum Federasi
               Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman, Pimpinan Daerah DKI
               Jakarta, Ujang Romly, kekhawatiran buruh terkait upah yang akan ditentukan
               dengan jam kerja.

               "Kalau efektif kerja cuma dua jam per hari, ya itu yang didapatkan. Tidak ada upah
               minimum provinsi, upah sektoral provinsi, kabupaten/kota," ujar Ujang.










                                                      Page 134 of 175.
   130   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140