Page 161 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 JANUARI 2020
P. 161

Sejumlah tokoh NTT juga hadir sebagai penanggap/peserta diskusi yakni Advokat
               Senior Petrus Selestinus, Pengamat Politik Sebastian Salang, Tokoh Muda NTT
               Agustinus Tamo Mbapa, Tokoh Masyarakat NTT Marcel Ade Wawo, dan sejumlah
               aktivis, advokat dan jurnalis asal NTT.


               Dalam diskusi ini, para narasumber, penanggap dan peserta berbagi pandangan
               bagaimana mengatasi persoalan perdagangan manusia agar tidak berulang di masa
               mendatang.

               "Untuk menghentikan persoalan perdagangan manusia maka semua pemangku
               kepentingan baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa
               dan elemen masyarakat harus bersinergi," tegas Praktisi Hukum, Serfasius Serbaya
               Manek

               Dalam kesempatan itu, Praktisi Hukum Ardy Mbalembout membedah soal regulasi
               bidang Ketenagakerjaan tingkat internasional termasuk MoU bidang
               ketenagakerjaan tingkat ASEAN. Menurut Ardy, untuk mengatasi persoalan
               perdagangan manusia dalam bentuk TKI ilegal, sesungguhnya bukan hanya
               tanggung jawb pemerintah daerah, tetapi juga pemerintah pusat seperti
               Kementerian Ketenagakerjaan, dan lembaga/badan terkait lainnya seperti Ditjen
               Imigrasi.

               Sementara itu, Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan BNP2TKI, Dr.
               Servulus Bobo Riti saat memaparkan makalah berjudul "Implementasi UU Nomor 18
               Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan Peraturan lainya
               terkait ketenagakerjaan, menyebutkan tiga hal pokok yang menjadi sorotan dan
               mewarnai pemberitaan di media massa di Indonesia bahkan internasional.

               Pertama, mengetahui dan memahami isu-isu pokok yang perlu mendapatkan
               perhatian dari berbagai sumber pemberitaan terkait penempatan dan perlindungan
               Tenaga Kerja Indonesia.

               Kedua, mengetahui dan memahami berbagai bentuk media pemberitaan terkait
               penempatan dan perlindungan TKI. Ketiga, memahami bentuk tindakan
               pengendalian informasi atas pemberitaan terkait penempatan dan perlindungan
               Tenaga Kerja Indonesia. Selain itu, Servulus juga menyinggung soal Fokus
               Perlindungan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017.

               Dalam kaitan itu, Servulus menjelaskan ada tiga aspek pelindnugan (bagian
               ketujuh), pertama, koordinasi antarinstansi, kedua, pemberitaan, dan dokumentasi
               dan publikasi.

               Sementara itu, Wakil ketua Komisi IX DPR RI, Melky Laka Lena memaparkan soal
               peran parlemen dalam kaitan dengan Tenaga Kerja Indonesia. Menurut politiskus
               partai Golkar itu, tiga fungsi DPR yakni Legislasi, Anggaran dan Pengawasan.









                                                      Page 160 of 175.
   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166