Page 183 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 MARET 2021
P. 183

ini.  Kendati  demikian,  ia  tak  menjelaskan  lebih  lanjut  apakah  kebijakan  tersebut  akan  sama
              dengan tahun sebelumnya di mana pengusaha dapat mencicil THR.


              BURUH ANCAM DEMO BESAR-BESARAN JIKA THR 2021 DICICIL

              Jakarta -  Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia mengancam bakal melakukan aksi besar-
              besaran jika pemerintah kembali memperbolehkan  pengusaha  mencicil tunjangan hari raya
              keagamaan (  THR  ) seperti tahun lalu.
              Presiden Aspek Mirah Sumirat mengatakan langkah itu diambil karena kebijakan tersebut akan
              sangat merugikan buruh. Bahkan, hingga saat ini, Mirah mencatat masih banyak perusahaan
              yang belum menyelesaikan cicilan THR-nya tahun lalu.

              "Kami  akan  aksi  besar-besaran.  Tentunya  dengan  protokol  kesehatan.  Itu  yang  akan  kami
              lakukan," ujarnya kepada  CNNIndonesia.com,  Rabu (17/3).

              Selain aksi besar-besaran, kata Mirah, serikat buruh di berbagai daerah juga akan mengirimkan
              surat  resmi  kepada  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  agar  opsi  penundaan  atau
              pencicilan THR tak diambil.

              "Kami akan keluarkan surat-surat resmi ke Kemnaker. Akan kami  warning  dulu karena akan
              merugikan,  feeling  saya akan mengeluarkan keputusan merugikan tidak berbeda dengan tahun
              lalu," tuturnya.

              Menurut Mirah, upaya lebih keras juga akan ditempuh buruh sebab tahun lalu gugatan yang
              diajukan ke pengadilan terkait kebijakan THR boleh dicicil terbukti tak optimal.

              "Kemarin saja belum selesai kita, masih banyak advokasinya sampai kementerian pusat. Ada
              beberapa kawan yang mangkrak kasusnya di kabupaten/kota setempat. Di pusat saja belum
              selesai dibayarkan," jelasnya.
              Kendati demikian, Mirah masih berharap pemerintah mau membuka ruang dialog terlebih dahulu
              bersama  para  buruh.  Soalnya,  ketentuan  pemberian  THR  sudah  diatur  secara  jelas  dalam
              Undang-undang Ketenagakerjaan.

              "Jangan lah keluarkan keputusan ini karena sudah ada aturan di Undang-Undang. Aturan itu
              artinya Kemenaker jangan lagi membuat turunannya yang justru merugikan apalagi di situasi
              seperti ini pemerintah harus memperkuat pendapatan para buruh supaya ekonomi bergerak,"
              ucapnya.

              Senada,  Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  Said  Iqbal  juga  meminta
              pemerintah duduk bersama buruh terlebih dahulu sebelum memutuskan kebijakan THR di tahun
              ini.

              Seharusnya, kata dia, Kemnaker juga tak melontarkan wacana yang dapat membuat kegaduhan
              apalagi terkait kebijakan THR yang sangat dinantikan para buruh. "Sampai sekarang belum ada,
              pembicaraan dengan kami," tuturnya.

              Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan telah menyiapkan kebijakan
              THR di masa pemulihan pandemi covid-19 pada tahun ini. Kendati demikian, ia tak menjelaskan
              lebih lanjut apakah kebijakan tersebut akan sama dengan tahun sebelumnya di mana pengusaha
              dapat mencicil THR.





                                                           182
   178   179   180   181   182   183   184   185   186   187   188