Page 54 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JULI 2019
P. 54

"Dalam pertemuan bilateral antara Erdogan dan presiden, disebutlah kerja sama
               bilateral bidang-bidang teknis, termasuk bidang ketenagakerjaan yang harus
               diupayakan segera terwujud," kata Hanif.

               Dengan mempertimbangkan jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang cukup
               besar jumlahnya di Turki, maka diperlukan peningkatan kerja sama di bidang
               penempatan dan perlindungan di Turki. Berdasarkan sektor usaha pada 2017 - Juni
               2019, ada 2.473 orang pekerja Indonesia di Turki.

               "Pembentukan kerja sama ini merupakan upaya pemerintah RI dalam rangka
               memperluas penempatan tenaga kerja terampil Indonesia di sektor formal, sehingga
               pekerja migran Indonesia dapat menembus pasar kerja di kawasan Eropa," kata
               Hanif.
               Selain itu, dalam courtessy call tersebut, Menteri Tenaga Kerja Turki mengapresiasi
               kinerja pemerintah Indonesia dalam mengurangi pengangguran di Indonesia.
               Menaker mempromosikan pendekatan yang dipakai pemerintah Indonesia mengenai
               hal tersebut.

               "Pertama, kebijakan pemerintah Indonesia dengan membuka investasi sebesar-
               besarnya. Kedua, dampak dari pembangunan infrastruktur, banyak menyerap
               tenaga kerja. Ketiga, dana desa yang mana kebijakan presiden ini untuk
               membangun pedesaaan, sehingga penyerapan tenaga kerja baik," kata Hanif.

               Menaker menambahkan, pemerintah Indonesia juga memfasilitasi digital ekonomi
               dengan memberikan fasilitas kemudahan pajak, perbankan dan lain-lain, sehingga
               e-commerce tumbuh pesat dan menyerap tenaga kerja.

               Sebagai negara dengan penduduk Islam yang besar dan aktif dalam berbagai forum
               multilateral seperti G20, Organisasi Kerja Sama Negara-Negara Islam (OKI) dan lain
               lain, Menaker minta Menaker Turki untuk tidak hanya membahas aging people di
               G20, tapi juga fokus pada negara yang mengalami bonus demografis seperti
               Indonesia.

               "Saya minta Menaker Turki untuk bersama-sama aktif menyuarakan pentingnya
               pemberdayaan pemuda yang akan menjadi kelompok besar di populasi Indonesia,
               melalui pelatihan-pelatihan vokasi dan peningkatan kesempatan untuk masuk dunia
               kerja," kata Hanif.
               Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kemnaker, Indah Anggoro Putri
               menegaskan, akan banyak manfaat yang akan timbul jika MoU ini terwujud untuk
               Indonesia.

               "Setelah MoU ditandatangani, akan ada beberapa hal yang akan dikerjakan, yaitu
               pembentukan tim teknis. Mereka akan membahas mengenai seberapa besar
               kemungkinan cakupan layanan BPJS bagi pekerja migran Indonesia, kemudian
               peneliti Puslitbang Kemnaker akan ke Turki, meningkatkan kapasitas penelitian
               ketenagakerjaan sehingga hasilnya bisa mendukung ketenagakerjaan ke depannya,"
               kata Putri.



                                                       Page 53 of 122.
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59