Page 94 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JULI 2019
P. 94
Artinya, Hanif menuturkan, yang harus diperbaiki pertama adalah ekosistem. Dari
semula bersifat kaku, wajib menjadi lebih fleksibel. "Sebab, dunia pun kini semakin
fleksibel," katanya.
Fleksibilitas itu disebabkan perkembangan teknologi informasi yang cepat, sehingga
memaksa industri untuk terus berkembang. Hanif menjelaskan, industri eksisting
harus melakukan transformasi ke pola baru yang mengikuti perkembangan zaman.
Dampaknya, jenis pekerjaan yang dibutuhkan pun akan berubah. Tidak menutup
kemungkinan pekerjaan lama akan mati, namun banyak jenis pekerjaan baru yang
muncul. Hanif mengatakan, konsekuensinya adalah pemetaan pasar kerja ke depan
menjadi lebih penting.
Isu kedua, transformasi pasar kerja juga harus didorong untuk lebih aktif.
Pemerintah juga didorong untuk melakukan intervensi agar pertemuan antara
permintaan dan ketersediaan lebih efektif, efisien dan cepat.
Isu berikutnya, Hanif menjelaskan, pengembangan kemampuan dari stagnan
menjadi adaptif. Apabila skill sumber daya manusia (SDM) Indonesia tidak bergerak,
maka mereka akan sulit mencari pekerjaan.
"Begitupun dengan industri yang harus terus meningkatkan skil," ucapnya.
Dalam dunia yang penuh dengan kompetisi, Hanif menggambarkan, tidak perlu lagi
melakukan kesalahan untuk 'mati'. Seseorang ataupun industri yang diam saja dan
tidak melakukan pengembangan, pasti 'mati'.
Isu terakhir yang disebutkan Hanif adalah jaminan sosial. Skema perlindungan
memadai, terutama untuk SDM dan industri produktif, harus terus diberikan. "Kalau
tadinya untuk yang terbatas, sekarang harus benar didorong inklusif," ujarnya.
Page 93 of 122.

