Page 23 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 MARET 2020
P. 23
Warga yang mengetahui informasi ini pun beramai-ramai mendekati rumah sakit
hanya untuk sekedar memastikan kondisi sebenarnya. Sebagian dari warga tak
ketinggalan mengabadikan momen ini.
Dikonfirmasi, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Ketapang,
Basaria Rajagukguk membenarkan adanya seorang TKA yang diisolasi sementata di
RSUD dr Agoesdjam Ketapang.
"(Pasien) ini masih dalam proses pemeriksaan. Tapi kalau dilihat dari status riwayat
yang kita kroscek di dokter puskesmas di Sungai Awan, pasien yang masih diduga
memiliki gejala-gejala itu, tidak pernah memiliki riwayat ke luar negeri dalam enam
bulan terkahir," jelas Basaria saat dihubungi Okezone, Rabu pagi.
Meski demikian, kata Basaria, pihak Dinkes Ketapang tetap akan menangani
dugaan-dugaan ini.
"Kita masih belum bisa mengatakan itu gejala korona atau bukan. Memang
sebelumnya ada enam TKA di perusahaan yang sama, baru-baru datang dari liar
negeri. Namun, semuanya dalam keadaan sehat. Pasien ini tidak termasuk dalam
enam orang itu," tuturnya.
Pihaknya, kata Basaria, masih menunggu hasil rontgen dari dokter. Dalam benerapa
saat, dipastikan hasil rontgen sudah keluar. Sambil menunggu itu, sambung Basaria,
pihaknya sudah membuat perencanaan untuk merujuk pasien X ini ke rumah sakit
rujukan penanganan korona yang ada di Kota Pontianak.
"Karena RSUD dr Agoesdjam Ketapang belum standar sebagai rumah sakit
penanganan suspect korona," tutupnya.
Untuk diketahui, RSUD dr Agoesdjam pernah diusulkan sebagai rumah sakit rujukan
penanganan kasus korona. Hal itu didasari banyaknya TKA di Kabupaten Ketapang.
Di RSUD ini, juga mempersiapkan ruang isolasi untuk warga asing atau warga lokal
yang terinfeksi virus korona. Ruang isolasi ini untuk sementara sebelum pasien
dikirim ke rumah sakit yang ditunjuk sebagai rujukan.
(kha)
Page 22 of 105.

