Page 24 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 MARET 2020
P. 24
Title TOLAK OMNIBUS LAW RUU CIPTA KERJA, BURUH MINTA DUKUNGAN TOKOH AGAMA
Media Name kompas.com
Pub. Date 04 Maret 2020
https://nasional.kompas.com/read/2020/03/04/08453891/tolak-omnibus-law -ruu-cipta-
Page/URL
kerja-buruh-minta-dukungan-tokoh-agama
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
JAKARTA, - Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) berencana akan mendatangi
sejumlah kantor organisasi keagamaan guna meminta dukungan terkait penolakan
omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja.
"Kami meminta dukungan terkait dengan perjuangan kita ini kepada tokoh-tokoh
agama," ujar Sekjen Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Dedi Hardianto saat
dihubungi Kompas.com, Selasa (2/3/2020).
Adapun organisasi keagamaan yang rencananya akan didatangi antara lain PB
Nahdlatul Ulama, PP Muhammadiyah, hingga Persekutuan Gereja-gereja di
Indonesia (PGI).
Persoalan itu, lanjut dia, paket penyederhanaan regulasi yang ditawarkan
pemerintah lebih banyak merugikan kalangan pekerja buruh.
"Bahwa ada hal-hal di omnibus law yang merugikan pekerja-pekerja buruh," kata
dia.
Dia mengatakan, dalam waktu dekat MPBI akan melakukan rapat guna membahas
teknis pertemuan dengan para tokoh agama tersebut.
Kemudian juga diikuti lebih dari 50 federasi serikat pekerja yang mempunyai
anggota lebih dari 10 juta orang di 34 provinsi dan 400 kabupaten dan kota.
Setidaknya, ada sembilan alasan spesifik mengapa mereka menolak omnibus law
RUU Cipta Kerja.
Sembilan alasan itu, yakni hilangnya upah minimum, hilangnya pesangon,
penggunaan outsourcing yang bebas di semua jenis pekerjaan dan tak berbatas
waktu.
Kemudian, jam kerja eksploitatif, penggunaan karyawan kontrak yang tidak
terbatas, penggunaan tenaga kerja asing (TKA) dan PHK yang dipermudah.
Selain itu, hilangnya jaminan sosial bagi pekerja buruh khususnya kesehatan dan
pensiun, serta sanksi pidana terhadap perusahaan yang dihilangkan.
Page 23 of 105.

