Page 58 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 MARET 2020
P. 58

Title          KOALISI SIPIL MINTA JOKOWI TARIK LAGI OMNIBUS LAW CIPTAKER
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      04 Maret 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200304131421-32-480418/koalisi -sipil-minta-
               Page/URL
                              jokowi-tarik-lagi-omnibus-law-ciptaker
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative








               Jakarta - Koalisi Masyarakat Sipil meminta Presiden RI Joko Widodo (  Jokowi  )
               menarik Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (  Ciptaker  )
               dari  DPR RI  .

                Koalisi juga meminta DPR menghentikan pembahasan draf yang diajukan
               Pemerintah tersebut.


                Mereka menilai RUU tersebut menyimpan banyak permasalahan, baik dalam proses
               maupun substansi. RUU itu juga dinilai menabrak banyak undang-undang yang telah
               berlaku.

               "Koalisi Masyarakat Sipil untuk RUU Cipta Kerja mendesak agar Presiden menarik
               kembali Surat Presiden (Surpres) dan RUU Cipta Kerja yang telah dikirim ke DPR,"
               kata Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati dalam
               keterangan tertulis, Rabu (4/3).

                 Ia mengatakan koalisi menyoroti tindakan pemerintah yang menutup akses publik
               terhadap draf saat proses perumusan. Koalisi menyebut hanya segelintir elite yang
               mendapat akses terhadap draf RUU Cipta Kerja saat dibahas di tingkat pemerintah.

                Mereka khawatir proses pembahasan revisi UU KPK yang super kilat dan minim
               transparansi kembali diterapkan dalam RUU ini. Apalagi, Jokowi menargetkan RUU
               itu beres dalam 100 hari.

                "Dengan pendekatan kejar tayang dan serba terburu-buru sebagaimana
               diperlihatkan DPR dan Presiden, bukan tidak mungkin RUU Cipta Kerja bila
               diundangkan menjadi sejarah sebagai UU yang efektivitasnya gagal," ujar
               Asfinawati.

                Dalam masalah substansi, koalisi menyebut ada sejumlah masalah. Salah satunya
               terkait aturan pengupahan yang merugikan buruh, kewenangan pemerintah
               merevisi Undang-undang dengan Peraturan Pemerintah, dan penyederhanaan izin
               lingkungan yang berpotensi memicu kerusakan alam.


                "Alih-alih membenahi situasi hiperregulasi, justru RUU Cipta Kerja menambah lebih
               banyak peraturan pelaksana untuk implementasinya, tanpa proses evaluasi dan
               monitoring yang jelas," ujar Asfinawati.





                                                       Page 57 of 105.
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63