Page 61 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 MARET 2020
P. 61

Title          CONVID-19 MEREBAK, TAHAN PENGIRIMAN PEKERJA MIGRAN
               Media Name     mediaindonesia.com
               Pub. Date      04 Maret 2020
                              https://mediaindonesia.com/read/detail/294186-convid-19-merebak-tahan- pengiriman-
               Page/URL
                              pekerja-migran
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               MEREBAKNYA Covid-19 di Asia, membuat pemerintah menahan diri dalam
               melakukan pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) terutama ke Korea Selatan,
               Jepang, Hong Kong, Taiwan, dan Singapura. Untuk PMI yang sekarang di negara-
               negara setempat diminta berhati-hati serta waspada terhadap infeksi virus korona.

                Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
               (BP2MI) Sukmo Yuwono mengungkapkan bahwa meski tidak ada moratorium
               pengiriman pekerja migran, tetapi pihaknya menahan diri.

                "Kalau pengiriman tidak di-cancel, belum ada moratorium. Namun, kita menahan
               diri, melihat situasi di lapangan. Terutama pengiriman ke Korea Selatan, Jepang,
               Hong Kong, Taiwan dan Singapura," jelas Sukmo di sela-sela Sosialisasi Penempatan
               dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (4/3).

                Misalnya, untuk Korea Selatan, sampai sekarang sudah ada 23 ribu pekerja yang
               terseleksi. Sebetulnya pemerintah Korea Selatan masih membuka, namun
               pemerintah tetap menahan diri untuk pengiriman. Semuanya harus melihat situasi
               yang berkembang saat sekarang. Menurutnya, pemerintah melalui perwakilan di luar
               negeri telah melakukan sosialisasi dan meminta mereka berhati-hati.

                "Misalnya, kalau ada libur, boleh diambil, boleh tidak. Yang penting menghindari
               kerumunan. Selain itu, pemerintah juga telah mengirimkan masker-masker yang
               dibagikan secara gratis kepada mereka," ujarnya.

                Dikatakan oleh Sukmo, pemerintah juga terus melakukan pemantauan kepulangan
               PMI. Namun demikian, yang penting adalah pemantauan di negara asal.

                "Jika memang tidak sehat, tentu tidak dapat pulang. Namun, sampai sekarang PMI
               yang ada di negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan Hong Kong
               tidak mengalami kepanikan. Namun, mereka tetap harus waspada. Hanya ada satu
               PMI yang positif yakni di Singapura dan sekarang sudah sembuh. Untuk negara
               lainnya, masih belum ada," ujarnya. Salah satu fokus pemantauan adalah di Korea
               Selatan yang kini tengah melonjak kasusnya. Apalagi PMI yang berada di Korea
               Selatan jumlahnya cukup besar, hingga puluhan ribu.


                "Pemerintah telah pastikan untuk melakukan pengawasan dan hotline sudah
               disiapkan," tandasnya. (OL-3).





                                                       Page 60 of 105.
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66