Page 88 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 MARET 2020
P. 88
Title DITUDING BUAT KERIBUTAN, 10 BURUH DITANGKAP PASCADEMO OMNIBUS LAW
Media Name tempo.co
Pub. Date 04 Maret 2020
https://metro.tempo.co/read/1315499/dituding-buat-keributan-10-buruh-d itangkap-
Page/URL
pascademo-omnibus-law
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Jakarta - Kepolisian Resor Kota Tangerang menangkap 10 buruh pascaaksi menolak
Omnibus Law yang digelar pada Selasa 3 Maret 2020. Polisi menuding para buruh
itu telah memicu kerusuhan saat aksi sweeping di sebuah perusahaan di kawasan
Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar Ade
Ary Syam Indradi menyatakan polisi menerima laporan dari salah satu perusahaan
yang seorang karyawannya disebut menjadi korban pengeroyokan sejumlah buruh
yang mendatangi pabrik itu.
"Kami amankan 10 orang perusuh, mereka diantaranya melakukan pengeroyokan
yang mengakibatkan seorang luka dan giginya tanggal," kata Ade Ary pada Rabu, 4
Maret 2020. Dia mengatakan, saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan intensif
terhadap sepuluh buruh tersebut.
"Kami sedang dalami, peningkatan sebagai tersangka paling tidak dalam waktu 24
jam. Mengenai siapa dan apa peran mereka akan kami sampaikan pada hari
berikutnya," ujar dia.
Ade Ary menyebutkan di antara yang ditangkap ada dua pengurus organisasi
buruh. Mereka dianggap melanggar kesepakatan damai dalam unjuk rasa penolakan
Omnibus Law yang dilakukan pada Selasa, 3 Maret 2020. Ade Ary juga
menyampaikan selain korban luka dalam aksi sweeping itu, para buruh merusak
pagar perusahaan dan fasilitas dalam pabrik tersebut.
"Perusahaan sudah menyampaikan ada perwakilan karyawan yang ikut (unjukrasa).
Tapi para buruh ini tetap memaksa masuk dengan merusak pagar. Mengeroyok
karyawan di muka umum. Atas aksi brutal itu aktivitas perusahaan terhenti," ujar
Ade Ary.
Dalam pesan yang diterima Tempo, Sekjen Konfederasi Kongres Aliansi Serikat
Buruh Indonesia (KASBI), Unang Sunarno menyebut ada dua orang struktur
pengurus organisasi itu yang ditangkap. Keduanya adalah Joe atau Imron dan
Siswoyo.
"Kepada seluruh kawan-kawan seperjuangan mari bersolidaritas. Atas penangkapan
tersebut, semoga tak membuat sikap dan komitmen penolakan Omnibus Law -
RUU Cilaka menjadi kendor," tulisnya dalam pesan tersebut..
Page 87 of 105.

