Page 87 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 MARET 2020
P. 87
"Massa aksi melanjutkan aksi menuju titik kumpul, dan aksi berjalan sesuai rencana.
Namun, pasca aksi berlangsung, massa aksi yang terlibat dalam cekcok tersebut
dicokok polisi," kata Sunarno.
Sepuluh orang yang ditangkap itu adalah Siswoyo, Ahmad Tablawi, M. Sarpin,
Tasino, Jejen Setiawan, Imron, Juli Mabruri, M Surya Agus, Irpan Hadi Suryana, dan
Rustam Effendi. Sembilan nama pertama adalah anggota KASBI sedangkan Rustam
adalah Ketua DPC KSPSI Kabupaten Tangerang versi Yorrys Raweyai.
Sunarno mengatakan, sampai pukul 14.00 WIB, sepuluh orang masih diproses BAP.
enurut keterangan Wakil Kepala Satuan Reserse Polresta Tangerang, empat orang
di antaranya dianggap memenuhi unsur laporan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan
terhadap orang di muka umum.
Sejumlah serikat buruh dan serikat pekerja yang tergabung dalam Gerakan Buruh
Bersama Rakyat (Gebrak) pun meminta pengurus SP KEP KSPSI untuk mencabut
laporan. Gebrak menilai bahwa cekcok yang terjadi saat aksi #TolakOmnibusLaw
kemarin bukanlah keributan yang tidak dapat didialogkan sehingga harus melibatkan
aparat kepolisian.
"Omnibus law adalah ancaman serius yang harus dilawan bersama-sama seluruh
elemen gerakan serikat buruh," demikian tertulis dalam rilis Gebrak.
Gebrak juga menyebut bahwa upaya-upaya kriminalisasi terhadap peserta aksi
adalah salah satu cara penguasa untuk memecah belah gerakan buruh yang mulai
terkonsolidasi untuk menolak Omnibus Law. Mereka pun menuntut aparat Polresta
Tangerang untuk membebaskan sepuluh orang buruh peserta aksi itu.
"Kami juga menuntut kepada pemerintah dan DPR RI untuk membatalkan omnibus
law RUU Cipta Kerja Cilaka.".
Page 86 of 105.

