Page 37 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 JANUARI 2019
P. 37
Apalagi kata Wahyu, pemerintah Indonesia sudah pernah mengalami kejadian hampir serupa
pada tahun 2016 lalu. Saat itu, 130 siswi SMA/SMK di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan
Jawa Timur mengalami perbudakan di Malaysia.
Kala itu, melalui bursa kerja di sekolah, ratusan siswa dijanjikan oleh PT Sofia bekerja di PT
Kiss Produce dengan gaji 900 RM atau setara Rp3,1 juta. Namun, ternyata, mereka hanya
dibayar Rp700 ribu sebulan. Jam kerja yang diterapkan pun tak manusiawi. Setiap hari
mereka harus bekerja 14 jam, dengan uang lembur sebesar 50 sen.
"Habis sekolah langsung bisa kerja, habis lulus langsung bisa kerja. Itu yang selalu jadi iming-
iming seperti itu. Padahal kriteria di Indonesia tidak hanya dia bekerja dapat upah, tapi juga
ada jaminan, ada kepastian, tidak overtime seperti itu," tuturnya.
Wahyu menyarankan pemerintah Indonesia untuk menutup permanen program magang atau
bursa kerja kursus. Sebab hingga kini, pemerintah Indonesia belum memiliki kepastian
terhadap jaminan sosial pekerja magang.
"Namanya magang, tidak ada kepastian apakah dia mendapatkan jaminan sosial seperti
asuransi. Yang namanya magang juga enggak mungkin dapat gaji penuh, tapi juga dipastikan
apakah selama dia magang itu jam kerja juga tidak penuh," kata Wahyu.
Page 36 of 65.

