Page 36 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 JANUARI 2019
P. 36
Exploited: How 'Internships' Help Lock the Young Out of Jobs" yang ditulis Mike Newton di
The Guardian menceritakan ihwal ini.
Alasannya, beberapa perusahaan menginginkan karyawan yang sudah berpengalaman dalam
bidang yang sama setidaknya selama tiga tahun.
Sebenarnya, banyak perusahaan yang benar-benar menawarkan kesempatan magang yang
baik bagi lulusan-lulusan baru, meski tanpa bayaran. Namun, tak sedikit pula perusahaan
yang memanfaatkan untuk melakukan eksploitasi dengan mempersempit waktu istirahat
mereka, serta bekerja overtime.
Bahkan tak jarang, peserta magang tak mendapatkan hal yang mereka harapkan.
Masalahnya, pihak kampus tak banyak membantu memberikan jaminan kepada murid-
muridnya.
Magang Bisa Meleset Jadi Perbudakan
Magang tanpa upah dan eksploitasi telah mendapat kecaman Organisasi Buruh Internasional
(ILO). Seperti ditulis Andrew Stewart dalam artikel "Are Unpaid Internship Unlawful" di The
Conversation, aktivitas itu mengancam standar perburuhan. Apalagi program itu tak memiliki
payung hukum yang jelas.
Mekanisme pengawasan juga penting. Menurut Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo,
kasus yang terjadi di Taiwan tersebut disebabkan karena tidak adanya kontrol terhadap
proses penempatan.
"Proses magang itu di semua tempat itu blur, wilayahnya abu-abu karena memanfaatkan
status magang. Bisa diupah tidak penuh, tapi jam kerja penuh. Ini saya kira wilayah abu-abu
yang selalu dimanfaatkan untuk proses eksploitasi," tutur Wahyu.
Untuk menyelesaikan masalah itu, Wahyu mengatakan seharusnya pemerintah Indonesia
membentuk tim independen untuk memastikan adanya dugaan tersebut, karena skema kuliah
magang memiliki kerentanan terjadinya eksploitasi. Tim itu terdiri dari tiga kementerian:
Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Riset, Teknologi,
dan Pendidikan Tinggi.
Page 35 of 65.

