Page 164 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2020
P. 164

Title          18.009 PEKERJA DI JATIM TERDAMPAK EKONOMI COVID-19
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      07 April 2020
                              https://republika.co.id/berita/q8ffzq327/18009-pekerja-di-jatim-terdam pak-ekonomi-
               Page/URL
                              covid19
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               Sebanyak 18.009 pekerja di Jawa Timur terdampak sosial ekonomi karena terkena
               pemutusan hubungan kerja maupun dirumahkan akibat pandemi Covid-19 di
               wilayah setempat. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memerinci
               jumlah pekerja yang dirumahkan sebanyak 16.086 orang dan 1.923 orang terkena
               pemutusan hubungan kerja (PHK). "Itu data yang kami terima hingga 7 April 2020,"
               kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa malam (7/4).

               Mantan menteri Sosial itu mengungkapkan para pekerja yang di-PHK maupun
               dirumahkan tersebut berasal dari 29 perusahaan di berbagai kabupaten/kota di
               Jawa Timur, di antaranya dari tiga perusahaan di Gresik, dua perusahaan di Kota
               Blitar, serta masing-masing satu perusahaan di Banyuwangi, Jombang, Lamongan,
               Ngawi, Kota Batu, dan lain sebagainya.

               "Perusahaan-perusahaan ini bergerak di berbagai sektor. Akan tetapi, yang paling
               banyak dari sektor perhotelan. Perusahaan yang di Banyuwangi dan Kota Batu itu
               bergerak di sektor perhotelan," ucapnya.

               Gubernur Khofifah mengupayakan seluruh pekerja dari berbagai sektor usaha yang
               terdampak sosial ekonomi pandemi Covid-19 akan mendapatkan stimulus ekonomi
               dari Kementerian Ketenagakerjaan. Selain itu, juga bantuan dari Pemerintah Provinsi
               Jawa Timur. Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak
               memastikan masih terus melakukan pendataan terhadap para pekerja di berbagai
               sektor usaha dari berbagai kabupaten/kota yang terdampak sosial ekonomi pandemi
               Covid-19.

               "Mereka masuk dalam kategori orang miskin baru. Cara mendatanya memang tidak
               ada cara yang sempurna. Pendataan kami lakukan dengan cara gotong royong,
               yaitu dengan merangkul berbagai asosiasi pekerja dan instansi terkait di pemerintah
               kabupaten/kota se-Jatim," katanya.

               Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengalokasi anggaran sebesar Rp2,384 triliun
               dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk percepatan
               penanganan pandemi Covid-19 yang akan dipergunakan untuk penanganan
               promotif, preventif, kuratif, tracing, serta dampak sosial ekonomi Covid-19. Dari
               alokasi dana tersebut, Wagub Emil mengupayakan bantuan bagi tiap keluarga yang
               terdampak sosial ekonomi pandemi Covid-19 dengan jumlah nominal di atas Rp 1
               juta.



                                                      Page 163 of 184.
   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169