Page 165 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2020
P. 165

Title          18.009 PEKERJA DI JATIM TERDAMPAK EKONOMI COVID-19
               Media Name     antaranews.com
               Pub. Date      07 April 2020
                              https://www.antaranews.com/berita/1409602/18009-pekerja-di-jatim-terda mpak-
               Page/URL
                              ekonomi-covid-19
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive











               Surabaya - Sebanyak 18.009 pekerja di Jawa Timur terdampak sosial ekonomi
               karena terkena pemutusan hubungan kerja maupun dirumahkan akibat pandemi
               COVID-19 di wilayah setempat.

               Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memerinci jumlah pekerja yang
               dirumahkan sebanyak 16.086 orang dan 1.923 orang terkena pemutusan hubungan
               kerja (PHK).

               "Itu data yang kami terima hingga 7 April 2020," kata Khofifah di Gedung Negara
               Grahadi Surabaya, Selasa malam.

               Mantan Menteri Sosial itu mengungkapkan para pekerja yang di-PHK maupun
               dirumahkan tersebut berasal dari 29 perusahaan di berbagai kabupaten/kota di
               Jawa Timur, di antaranya dari tiga perusahaan di Gresik, dua perusahaan di Kota
               Blitar, serta masing-masing satu perusahaan di Banyuwangi, Jombang, Lamongan,
               Ngawi, Kota Batu, dan lain sebagainya.

               "Perusahaan-perusahaan ini bergerak di berbagai sektor. Akan tetapi, yang paling
               banyak dari sektor perhotelan. Perusahaan yang di Banyuwangi dan Kota Batu itu
               bergerak di sektor perhotelan," ucapnya.

               Gubernur Khofifah mengupayakan seluruh pekerja dari berbagai sektor usaha yang
               terdampak sosial ekonomi pandemi COVID-19 akan mendapatkan stimulus ekonomi
               dari Kementerian Ketenagakerjaan. Selain itu, juga bantuan dari Pemerintah Provinsi
               Jawa Timur.

               Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan
               masih terus melakukan pendataan terhadap para pekerja di berbagai sektor usaha
               dari berbagai kabupaten/kota yang terdampak sosial ekonomi pandemi COVID-19.

               "Mereka masuk dalam kategori orang miskin baru. Cara mendatanya memang tidak
               ada cara yang sempurna. Pendataan kami lakukan dengan cara gotong royong,
               yaitu dengan merangkul berbagai asosiasi pekerja dan instansi terkait di pemerintah
               kabupaten/kota se-Jatim," katanya.




                                                      Page 164 of 184.
   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170